oleh

Pluralisme: Semua Agama Sama?

Siaranjabodetabek.com- Salah satu dampak dari globalisasi, kini berkembang suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama sama, semua agama baik, dan semua agama benar. Itulah paham pluralisme. Pertanyaannya, apa benar seperti itu? Apakah Islam sama dengan agama lain? Apa kelebihan atau pembeda antara Islam dengan agama lain?
Bagi seorang muslim, Islam tidak bisa disamakan dan tidak sebanding dengan agama lain. Dari segi aqidah atau konsep ketuhanan jelas berbeda, namun masih ada beberapa perbedaan utama dan sekaligus menjadi kelebihan ajaran Islam.

Ajaran yang sempurna.

Islam adalah ajaran yang mencakup seluruh bidang kehidupan. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga hubungan antar-sesama manusia, dan hubungan antara manusia dengan mahluk lain dan alam semesta. Islam juga tidak hanya mengatur dan menjelaskan tentang kehidupan manusia di dunia, tetapi juga memberi informasi mengenai kehidupan di akhirat.

Hanya dalam 23 tahun, Rasulullah Muhammad SAW telah berhasil mengajarkan semua hal menyangkut tuntunan dalam seluruh bidang kehidupan. Selain mengajarkan tata cara peribadatan, Islam juga memberi tuntunan berprilaku yang lengkap baik dalam kehidupan pribadi, hubungan dalam berkeluarga, bermasyarakat, bernegara, dan dalam berbagai bidang kehidupan.

Ajaran Islam mencakup persoalan ekonomi, sosial, kenegaraan, politik, perang, budaya dll. Tidak heran kalau ada pertanyaan: mengapa Islam mengatur tata cara berpakaian dengan mengharuskan menutup aurat? Mengapa pula Islam mengatur kehidupan politik?
Sebab, amumumnya agama hanya mengajarkan tata cara peribadatan dan hubungan individual antara manusia dengan Tuhannya. Karena itu agama dianggap sebagai urusan pribadi. Agama terlepas dari kehidupan sosial.
Perlu dipahami, bahwa Islam bukan hanya “agama”, yang terbatas mengatur hubungan individu dengan Tuhannya. Islam merupakan sistem kehidupan. Islam merupakan sumber dari segala sumber hukum, sumber motivasi dan sumber inspirasi bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini

Karena itu wajar kalau kemudian muncul di kalangan kaum muslimin berbagai pola kehidupan yg berpredikat Islam, spt ekonomi Islam/syariah, politik Islam, psikologi Islam, kebudayaan Islam, hukum Islam, pendidikan Islam, kedokteran Islam, filsafat Islam dll. Hal tersebut tidak terlalu tampak pada ajaran lain termasuk di lingkungan agama2 samawi lainnya.

Sejalan dengan ilmu pengetahuan

Salah satu kelebihan Islam, bahwa ajarannya sangat rasional dan sejalan dengan ilmu pengetahuan. Semakin maju ilmu pengetahuan, semakin membuktikan kebenaran Islam. Tidak heran kalau banyak ilmuwan yang secara sukarela memeluk Islam karena apa yang mereka pelajari sejalan dengan informasi ayat-ayat Al-Quran. Dan secara umum belum ada satu ayat pun dalam Al-Quran yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan.
Bahkan ada beberapa fakta dimana kebenaran ayat-ayat Al-Quran telah terungkap oleh ilmu pengetahuan, antara lain menyangkut proses kejadian manusia, sistem galaksi dan peredarannya, proses penyerbukan pada tumbuh-tumbuhan, sistem sosial dll. Al-Quran juga memberikan informasi mengenai sejarah manusia dan pelajaran dari sejarah itu. Dan yang paling penting, Al-Qur’an merupakan sumber informasi paling valid tentang diri manusia, yang menurut filsafat barat justru masih misteri.
Ke depan, dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, diperkirakan akan semakin banyak mengungkap kebenaran ayat-ayat Al-Quran.

Kitab suci yang autentik

Kelebihan lain dari ajaran Islam, bahwa kitab sucinya autentik. Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam merupakan firman Allah yang langsung dicatat dan dihafal oleh para sahabat. Al-Qur’an ditulis langsung pada saat diwahyukan. Bahkan ketika Rasulullah masih hidup, para sahabat hanya dibolehkan menulis atau mencatat firman Allah, sedangkan ucapan Rasulullah atau hadits baru dihimpun setelah Rasulullah wafat. Hal ini dimaksudkan agar tidak tercampur antara firman Allah dengan ucapan Rasulullah.
Semua firman itu dipeliharan dan dihafal oleh para sahabat, hingga kemudian dibukukan dalam bentuh yang kita kenal sekarang. Sejak Rasulullah masih hidup hingga sekarang tidak sedikit umat Islam yang hafal Al-Quran, sehingga cepat diketahui apabila ada perubahan atau kesalahan. Dengan demikian keautentikan Al-Quran akan terus terjaga. Perbedaan hanya mungkin terjadi pada terjemahan atau penafsiran, tetapi teks aslinya akan tetap terjaga sampai kapanpun.

Dengan merujuk pada tiga indikator tersebut, bahwa Islam adalah ajaran yang sempurna, sejalan dengan ilmu pengatahun, serta kitab sucinya yang autentik, apakah kita masih beranggapan bahwa semua agama sama sebagaimana didengungkan oleh penganut paham pluralisme? Ketiga indikator itu hanya sebagian dr “keunikan” Islam yg membedakannya dng ajaran lain.

(Asri Al Jufri)