oleh

KLIMIS : Mohammad Idris Berhasil Bangkitkan Seni, Budaya dan Lingkungan Kota Depok

SiaranJabodetabek.com- Jum’at (20/12) Komunitas Loyalis Mohammad Idris (KLIMIS) adakan ngobrol pintar (Ngopi) di Rustic Cafee, Jl. Raya Sawangan, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok. Ngopi kali ini mengenai kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam bidang seni, budaya dan lingkungan.

Hadir dalam Ngopi tersebut yaitu Ramli, S.Pdi (mewakili unsur komunitas lingkungan Saung Abah), Rizky Pratama (mewakili guitar Community Indonesia Chapter Jakarta), Adi Al-Ghifari (mewakili komunitas Budaya Lumbuk) dan Rahmat Naufal (Aktivis dan Asdos PNJ). Terlihat pula perwakilan Komunitas Literasi Kota Depok (Baldan Fathullah), Aktivis Pemuda Muhammadiyah (Reza Pahlevi), Tokoh Masyarakat Bojongsari (H. Husen), Guru teladan mampang (H. Ipang Maulana) dan praktisi Komunikasi dan Informasi (Utoyo Hardjito).

Dalam kesempatan itu perwakilan Komunitas Saung Abah, Ramli mengatakan bahwa satu prestasi Pemkot Depok yang tidak bisa diabaikan adalah keberhasilan meraih piala Adipura tahun 2017. Menurutnya sejak Kota Depok diresmikan tahun 1999 sampai dengan tahun 2015 Piala Adipura masih jauh dari genggaman.

“ Setelah 17 tahun, Piala Adipura berhasil diraih oleh Pemkot Depok dibawah arahan Wali Kota Depok, Mohammad Idris,” ujar Ramli.

Ramli menambahkan Komunitas Saung Abah menyadari bahwa Pemkot Depok tidak bisa sendirian dalam merawat dan menjaga lingkungan, oleh karena itu pihaknya akan melakukan kegiatan edukatif tentang pengtingnya menjaga dan merawat lingkungan.

“ Komunitas Saung Abah akan mengadakan program penanaman pohon disepanjang perbatasan daerah Depok, kamipun menawari kerja sama aksi ini dengan teman-teman KLIMIS dan direspon baik oleh Ust. Rohmat Rospari sebagi Ketua KLIMIS,” ujar Ramli.

Sementara itu, Rizky Pratama (Guitar Community Indonesia Chapter Jakarta) mengatakanbahwa saat ini seni musik di Kota Depok kembali hidup. Dikatakannya pada awal pemerintahan Wali Kota Depok, Mohammad Idris beliau berhasil mengangkat musik jalanan lebih dihargai melalu kerjasama beberapa pusat perbelanjaan di Depok untuk memberikan space bermusik bagi musisi jalanan.

“Wali Kota Depok, Mohammad Idris setahu saya akan memberikan ruang bermusik di alun-alun Kota Depok, serta menyediakan space bermusik dibeberapa pusat perbelanjaan,” ujar Rizky.

Tak mau ketinggalan dari wakil Budaya, Adi Al-Ghifari (Komunitas Lumbuk) mengatakan bahwa budaya Depok yang lekat dengan Betawi dan silat, dimasa kepemimpinan Wali Kota Depok, Mohammad Idris selalu ditampilkan dan mendapat tempat diberbagai kegiatan dan event Pemkot Depok.

“ Budaya Palang Pintu dan Rebut dandang selalu menjadi pembuka setiap kegiatan Pemkot Depok, belum lagi Wali Kota Depok, Mohammad Idris selalu berpantun setiap kali memberikan sambutan baik resmi ataupun tidak resmi,” ujar Adi Al-Ghifari.

Ngopi inipun diwarnai dengan perdebatan yang penuh logika dan adu data, ini terjadi tatkala rahmat nauval, aktivis dan asdos PNJ mempertanyakan ukuran dan standard keberhasilan Wali Kota Depok dalam hal seni, budaya dan lingkungan. Menurutnya masih banyak pelaku seni dan budaya yang belum diperhatikan, bahkan dari segi lingkungan ternyata Pemkot Depok tidak berhasil mempertahankan Piala Adipura ditahun 2018.

Menanggapi hal ini, Tokoh Pemuda Muhammadiyah, Mohammad Reza Pahlevi mengatakan bahwa dalam menilai kinerja Pemkot Depok hendaklah objektif dan jangan subjektif.

“Saya rasa prestasi-prestasi yang berhasil diraih Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang diberikan oleh lembaga-lembaga negara tentu ada ukuran dan barometernya, terlebih penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden atau Menteri, ini merupakan prestasi kerja Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan tim nya yang perlu di apresiasi,” ujar pria yang akrab dipanggil Josh.

H. Husen seorang tokoh masyarakat Bojongsari juga ikut menambahkan bahwa dari segi Seni musik, meskipun terjadi Pro-Kontra lagu “hati-hati dijalan” di Lampu merah, namun itu berhasil membuat Kota Depok menjadi viral positif bahkan di ikuti oleh beberapa pemerintah daerah lainnya.

“Wali Kota Depok, Mohammad Idris seorang pecinta seni dan musik, karena beliau gemar sekali berpuisi dan menyanyikan lagu-lagu lawas karya ebiet. G. Ade dalam beberapa event resmi maupun santai,” pungkas H. Husen.