oleh

Tiga Pilar Kecamatan Limo Gelar Operasi Yustisi, Warga Limo Tak Patuh Protkes Bakal Ditindak

siaranjabodetabek.com, Limo – Dalam acara Rakor penanganan Covid-19, dan PPKM Skala mikro Kecamatan Limo, Wakapolsek Limo menyampaikan, jajaran TNI-Polri hingga Satpol PP Kecamatan Limo akan menggelar operasi yustisi dalam rangka menekan penyebaran virus Corona. Memastikan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) diterapkan.

Sasaran dalam operasi ini adalah kerumunan warga dan pendisiplinan warga yang tidak bermasker.
“Saya ingin menyampaikan bahwa operasi yustisi terkait dengan kerumunan warga, tidak pakai masker. Kenapa masker? Karena ini yang paling penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan kita akan tegas ya untuk mengenakan operasi ini,” jelas Wakapolsek Limo Wakapolsek, AKP Jajang Rahmat bersama Danrami 07 Limo, Kapten Inf Robianto, Rabu (16/6/2021) di aula kantor Kecamatan Limo.

Jajang mengatakan, operasi yustisi ini akan digelar setiap setiap saat. Hal ini sesuai perintah Polda Metro Jaya dan Kapolres Metro Depok, akan berkoordinasi lebih lanjut terkait pelaksanaan operasi yustisi ini.

“Akan dilakukan sepanjang hari, ada pagi, siang, dan ada beberapa daerah yang menerapkan jam malam, kita akan juga operasi pada malam hari. Kita akan koordinasikan dengan Satgas Kecamatan Limo dan jajaran Lurah, untuk bergabung dengan sesuai apa yang kita rencanakan,” katanya.

Sementara Danrami 07 Limo, Kapten Inf Robianto menambahkan, nantinya sasaran operasi yustisi diprioritaskan di lokasi yang menjadi klaster Corona. Terkait hal ini, pihak kepolisian akan meminta data klaster di satgas Kecamatan dan puskesmas Limo.

“Tentunya juga kita meminta satgas Kecamatan klaster mana yang rawan, kita akan jaga di sana. Kita akan ada, TNI-Polri di sana ada Satpol PP juga,” lanjutnya.

Tujuannya lanjut Danramil, adalah untuk meminimalkan penularan di klaster-klaster tersebut. Jadi mungkin jangan kaget kalau ada polisi, ada TNI, ada Satpol PP, dan ada tenaga Kesehatan, tujuan kita bukan untuk tujuan represif.

“Tujuan kita untuk menyelamatkan. Kita tidak mau ada korban lagi. Korban orang tua yang punya anak dan lainnya. Ini yang kita antisipasi,” sambungnya. (adi).