oleh

Bentuk Kepedulian Warga Penyandang Disabilitas, Walikota Depok Serahkan KTP Elektronik

siaranjabodetabek.com, Depok – Walikota Depok Mohammad Idris didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nuraeni Widiyatti menyerahkan KTP Elektronik secara simbolis kepada warga disabilitas di Panti Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara, Beji, Jumat (13/08/2021).

Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok melakukan layanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik KTP-el atau E-KTP di Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) di Kecamatan Beji.

Layanan jemput bola ini merupakan tindak lanjut dari layanan WhatsApp Komunitas yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widayatti mengatakan, layanan dokumen kependudukan komunitas dibuat untuk yayasan, perkumpulan disalibilitas maupun perwakilan sekolah dan rumah sakit. Salah satunya YPLB Beji yang telah melakukan kerjasama dengan Disdukcapil Depok.

“Kami jemput bola melakukan perekaman di sana. Kami melayani 15 anak disabilitas, satu disabilitas dewasa, 11 Tuna Grahita, satu anak autis, satu anak down syndrome, satu tuna rungu dan satu tuna daksa,” kata Nuraeni usai dampingi Walikota Depok.

Dirinya menjelaskan, terdapat dua penghuni panti yang tidak mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Untuk itu, pihaknya telah melakukan proses pengajuan biodata.

“Penghuni yang masuk ke dalam Kartu Keluarga (KK) yayasan ada 36 orang. Kemudian juga ada yang telah meninggal dunia. Maka kami melayani juga pengajuan akta kematiannya,” ucapnya.

Walikota Depok, Mohammad Idris usai menyerahkan mengatakan, ini langsung Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik kepada penyandang disabilitas. Sebelumnya mereka sudah melakukan perekaman yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok melalui layanan jemput bola.

“Ini merupakan komitmen kami untuk merampungkan masalah kependudukan. Bahwa layanan dokumen kependudukan harus menjangkau semua orang, termasuk anak-anak penyandang disabilitas,” ungkap Idris, yang saat didampingi Kepala Bidang Kesehatan dan Jasmani (Kabidkesjas) Korps Brimob Polri, Kombes Pol Danu Waspodo.

Dirinya menjelaskan, dokumen kependudukan menjadi hak semua warga negara. Kepemilikan dokumen juga sangat penting agar para penyandang disabilitas mendapat layanan publik lainnya.
“Kami terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik bagi semua masyarakat, agar mendapatkan identitas mereka sebagai dasar memperoleh layanan publik,” tuturnya. (Adi).