oleh

Gebyar World Cleanup Day, TP PKK RW 11 Kelurahan Grogol Kumpulkan Barang Bekas Jadikan Penghasilan

siaranjabodetabek.com, Limo – Gebyar World Cleanup Day (WCD) adalah sebuah momen gerakan sosial yang bertujuan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk memiliki kesadaran membersihkan, menjaga dan memelihara lingkungan mulai dari diri sendiri, rumah dan masyarakat, harus menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Aksi bersih-bersih tahun ini WCD merupakan aksi bersih-bersih, Milah sampah dari rumah, di gelar di area pos Taman Villa Mutiara Cinere RW 11 Kelurahan Grogol Kecamatan Limo. Dihadiri Ketua TP PKK Kota Depok Bunda Elly Farida, Lurah Grogol Danudi Amin, TP PKK Kecamatan Limo Esi Wahyuni, ketua TP PKK Kelurahan Grogol Ratnawati, ketua TP PKK RW 11 Nurul Maulida dan anggota TP PKK serta ketua RT.

“Tema dari Aksi Bersih-Bersih tahun ini adalah Pilah Sampah dari Rumah yang berarti memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat bahwa menanggulangi masalah sampah dapat dilakukan dengan cara memilah sampah dari rumah,” kata Ketua TP PKK Kecamatan Limo Esi Wahyuni, Jumat (24/9/2021).

Esi mengatakan, Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah menjadi tema tahun ini mengingat situasi dan kondisi masih dalam pandemi COVID 19, sehingga kegiatan aksi bersih bersih ini dilakukan dari rumah masing-masing yaitu masyarakat melakukan pemilahan sampah di rumah kemudian dikumpulkan dan dibawa ke Bank Sampah untuk ditimbang.

Ketua TP PKK Kelurahan Grogol Ratnawati, mengatakan, rangkaian kegiatan dalam memperingati World Cleanup Day dilakukan secara serentak.

“Ini rangkaian acara World Cleanup Day itu berlangsung di setiap RW. Sebagai motornya oleh penggerak PKK,” kata Ratna.

Selain itu, kata Ratna, Kelurahan Grogol juga ada memiliki kegiatan Pilah Sampah dari Rumah ini juga menjadi gerakan dengan Bank Sampah yang di daur ulang.

“Sudah saatnya kita bicara tentang mari kita pilah sampah dari rumah. Bagaimana meningkatkan bank sampah dan bagaimana sampah itu terkelola. Bagaimana sampah jadi bahan baku daur ulang yang mandiri, tidak impor lagi. Mari kita gunakan sampah sebagai sesuatu yang meningkatkan nilai ekonomi sirkular,” ujar Ratna.

“Tentu ini semua membutuhkan dukungan semua pihak, kami langsung mengeksekusi kegiatan-kegiatan pemilahan sampah,” ujarnya.

Sementara itu Ketua TP PKK RW 11 Kelurahan Grogol Nurul Maulida menambahkan, Kegiatan aksi bersih-bersih dan pilah sampah tahun ini juga terselenggara dengan baik karena adanya kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak lintas Kelurahan.

“Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dukungan ini merupakansalah satu bentuk komitmen kami dalam menjaga dan merawat lingkungan,” ucap Nurul.

Kegiatan ini sejalan dengan visi kami untuk mengedukasi pentingnya memilah sampah dari rumah yang merupakan salah satu kunci sukses agar kegiatan daur ulang dengan konsep sirkular ekonomi bisa berjalan dengan baik dan efisien.

“Kami berkomitmen mendukung upaya pengelolaan sampah, khususnya menyebarluaskan kebiasaan memilah sampah dari rumah. Selain berpartisipasi secara langsung dalam WCD bersama Bu Camat dan Bu lurah aktif mengedukasi masyarakat melalui pesan layanan masyarakat. Pilah Pilih Sampah dari Rumah” yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah secara luas,” tambahnya.

Nurul mengutarakan, Pilah sampah dari rumah adalah bagian penting dalam mata rantai ekonomi, dan kualitas hasil pengumpulan. Peran serta masyarakat dalam pilah sampah akan memdapatkan benefit ekonomi langsung, dengan menjual hasil pilah sampahya ke bank sampah, atau ke titik pengumpulan.

Untuk itu melalui kegiatan aksi bersih-bersih ini diharapkan masyarakat makin sadar akan pentingnya memilah sampah dari rumah, dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan memilah sampah dengan tepat antara sampah organik, sampah plastik, dan sampah kemasan lain akan memudahkan pihak pengepul, pengelola bank sampah maupun pendaur ulang dalam mengelolahnya atau memanfatkannya, serta nilai sampah kemasan plastik jika tidak terkontaminasi dengan sampah organik maka akan bernilai lebih tinggi. (Adi).