oleh

Ka UPT Pasar, 1.256 Padagang Pasar Kemiri Muka Sudah Tervaksin

siaranjabodetabek.com, Beji – Kepala UPT pasar Kemiri Muka Boy Wahyu Sahadat meminta seluruh pengelola pasar rakyat menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) Protokol Kesehatan. Imbauan ini juga ditekankan kepada seluruh pedagang dan konsumen yang berbelanja secara langsung ke dalam pasar.

“Saya meminta seluruh pengelola pasar rakyat, para pedagang pasar, dan pembeli untuk mematuhi ketentuan Pemerintah, protokol dan SOP kesehatan yang telah ditetapkan. Agar pasar tetap beroperasi sehingga kegiatan ekonomi rakyat tetap berjalan. Namun, semua pihak harus tetap mengedepankan dan menerapkan secara disiplin protokol kesehatan dengan baik,” kata Wahyu, Jumat (24/9/2020).

Kepala UPT pasar Kemiri Muka Wahyu Boy Sahadat, saat mengikuti Diklat

Wahyu yang di panggil orang Depok Bang Boy ini menuturkan, ketika telah menetapkan SOP Protokol Kesehatan pasar, yaitu mencakup ruang dagang atau lokasi berjualan, pengelola pasar, pedagang dan pembeli. Seluruh pihak harus memahami SOP Protokol Kesehatan ini dan menerapkannya.

“Kami tiap hari sosialisasi pasang SOP di semua lokasi pasar, agar kita semua bisa terhindar dari penyebaran virus corona lebih luas dan bisa melawan virus tersebut,” ujarnya.

Menurut Bang Boy, pasar harus menyiapkan dan memastikan seluruh pedagang menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas, serta memastikan seluruh pengelola, pedagang, negatif COVID-19 berdasarkan hasil tes PCR/Rapid Test yang difasilitasi Pemerintah Daerah.

“Selain itu kami pengukuran suhu tubuh kepada seluruh pedagang dan pembeli sebelum dibukanya pasar, kalau suhu diatas 37⁰ C, saya wajib melarang orang itu masuk/beraktivitas di lingkungan Pasar,” tandasnya.

Bang Boy yang sebelumnya menjabat Kasubag TU pasar kemirimuka ini Menyediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer di beberapa lokasi di Pasar Rakyat, mengatur waktu operasional dan tempat pedagang dengan physical distancing atau pembatasan jarak 1,5 meter antar pedagang.

“Iya saya akan memberikan teguran/sanksi kepada pedagang yang tidak menggunakan masker dan sarung tangan,” ujarnya.

Mengenai vaksin massal tambah Boy, pedagang pasar Kemiri sudah tervaksin 1.256 orang, hal ini pihak pasar kerjasama dengan KPPKMD.
“Selain vaksin, kami terus melakukan bersih-bersih, penyemprotan disinfektan dan pembagian masker, selalu dilakukan,” pungkasnya. (Adi).