2050 Indonesia Bakal Berhenti Jual Mobil Bensin

- Penulis Berita

Kamis, 14 Oktober 2021 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

siaranjabodetabek.com – Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerapkan rencana baru dalam penggunaan energi terbarukan pada semua sektor yang ada.

 

Terutama pada sektor transportasi mobil yang masih menggunakan bensin.

 

Pada saat ini kementerian ESDM tengah menyusun peta jalan atau road map Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060 mendatang.

 

Arifin Tasrif selaku menteri ESDM, menjelaskan salah satu kebijakan yang termasuk ke dalam road map adalah dengan memberhentikan penjualan mobil yang berbahan bakar bensin dan konsumsi daya listrik 4.299 kWh/kapita.

 

Namun jika bauran energi EBT sudah mencapai 87 persen, baru penjualan mobil bensin akan di berhentikan.

 

“Bauran EBT diharapkan sudah mencapai 87 persen di 2050 dan dibarengi dengan tidak melakukan penjualan mobil bahan bakar bensin dan konsumsi listrik 4.299 kWh/kapita,” ujar Arifin dalam keterangannya, Kamis, 14 Oktober 2021.

 

Lanjut Arifin, dalam mencapai target NZE, pemerintah Indonesia sudah menyiapkan 5 prinsip utama.

 

Yakni dengan peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

 

Pengurangan penggunaan energi fosil.

 

Penggunaan kendaraan listrik pada sektor transportasi.

 

Peningkatan pemanfaatan energi listrik pada setiap rumah dan industri.

 

Pemanfaatan carbon capture and storage (CCS).

 

“Kami telah menyiapkan peta jalan transisi menuju energi netral mulai tahun 2021 sampai 2060 dengan beberapa strategi kunci,” jelas Arifin.

 

Lanjut Arifin dalam target Indonesia mencapai NZE.

 

Pada tahun 2021 ini, pemerintah akan mengeluarkan peraturan presiden terkait dengan EBT dan retirement coal.

 

Di tahun 2022, akan ada undang-undang EBT dan penggunaan kompor listrik untuk 2 juta rumah tangga per tahunnya.

 

Tahun 2024, pembangunan interkoneksi, jaringan listrik pintar (smart grid) dan smart meter akan hadir dan target bauran EBT mencapai 23 persen yang didominasi PLTS di tahun 2025 mendatang.

 

Lalu target pada tahun 2027, pemerintah akan memberhentikan stop impor LNG dan 42 persen EBT didominasi dari PLTS.

 

Tahun 2030 target pemerintah jaringan gas menyentuh 10 juta rumah tangga, kendaraan listrik sebanyak 2 juta (mobil) dan 13 juta (motor), penyaluran BBG 300 ribu, pemanfaatan Dymethil Ether dengan penggunaan listrik sebesar 1.548 kWh/kapita.

 

Di tahun 2031, semua PLTU tahap pertama subcritical akan mengalami pensiun dini.

 

Kemudian di tahun 2035 dengan konsumsi listrik sebesar 2.085 kWh/kapita dan bauran EBT mencapai 57 persen dengan didominasi PLTS, Hydro dan Panas Bumi.

 

Di tahun 2040, bauran EBT sudah mencapai 71 persen dan tidak ada PLT Diesel yang beroperasi, Lampu LED 70 persen, tidak ada penjualan motor konvensional, dan konsumsi listrik mencapai 2.847 kWh/kapita.

 

Lima tahun berikutnya, pemerintah mewacanakan akan ada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama mulai COD.

 

“Kita juga mempertimbangkan penggunaan energi nuklir yang direncanakan dimulai tahun 2045 dengan kapasitas 35 GW sampai dengan tahun 2060 mendatang” kata Arifin.

 

Terakhir, pada tahun 2060. Bauran EBT telah mencapai 100 persen yang didominasi PLTS dan Hydro.

 

Serta dibarengi dengan penyaluran jaringan gas sebanyak 23 juta sambungan rumah tangga, kompor listrik 52 juta rumah tangga, penggunaan kendaraan listrik, dan konsumsi listrik menyentuh angka 5.308 kWh/kapita.

Berita Terkait

Tak Ada Lagi Alasan Tak Bisa Mengaji, Yayasan IGMN Hadirkan Belajar Al-Qur’an Gratis di 10 Wilayah Depok
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Revitalisasi Situ Kabantenan Agar Kendalikan Limpasan Air ke Permukiman
Supian Suri Soroti Pentingnya Jaga Kedaulatan Digital di Harkitnas 2026
RA Mumtaza Islamic School Gelar Big Fieldrtip Taman Safari Indonesia Tahun 2026
SPMB 2026–2027 RESMI DIBUKA! Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago (Akreditasi B)
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Ikuti Festival Hari Bumi 2026 Bersama 55 Santri dan Guru
Daftar Tanggal Merah Mei 2026, Ada Banyak Long Weekend !!!
​KPK Temukan 8 Masalah Krusial Program Makan Bergizi Gratis, Desak Audit Investigatif BPK!

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:47 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:53 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:26 WIB

Primago Consulting: Konsultan Manajemen Sekolah Islam di Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:07 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:49 WIB

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:40 WIB

Kajian Subuh Pagi (KSP) “Vibe Positif, Prestasi Melejit: Rahasia 24 Jam Membangun Karakter Pemimpin di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:16 WIB

Big Field Trip MI Mumtaza Islamic School 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:37 WIB

Program Kelas Persiapan Masuk Gontor Terbaik di Jabodetabek Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Berita Terbaru

berita

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:49 WIB