oleh

Menpora Bentuk Tim Akselerasi dan Investigasi untuk Sikapi Sanksi dari Badan Anrti Doping Dunia

-Headline, opini-136 views

 


Menpora Zainudin Amali bentuk Tim Akselerasi dan Investigasi untuk menyikapi sanksi pelarangan pengibaran bendera merah putih oleh WADA (Badan Anti-Doping Dunia) dalam kompetisi olahraga Internasional.

Tim Akselerasi dan Investigasi tersebut bertugas untuk mempercepat pencabutan sanksi dan menganalisis penyebab sanksi dijatuhkan serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

“Dua tugas yakni akselerasi, percepatan komunikasi dengan pihak-pihak terkait terutama WADA guna mempercepat pencabutan sangsi. Yang kedua investigasi, guna mencari apa yang sebenarnya terjadi dan apa penyebabnya serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Menpora Amali pada keterangan pers secara virtual, Senin (18/10/2021) siang.

Selain itu, Menpora menunjuk Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari sebagai Ketua Tim Akselerasi dan Investigasi.

Tim tersebut diberikan SK (Surat Keputusan) Menpora mengenai pembentukan dan pengangkatan strukturalnya.

Nantinya, tim bertanggung jawab langsung kepada Menpora.

“Selanjutnya Tim segera bekerja untuk dua tugas tersebut dan bertanggung jawab langsung kepada saya selaku Menpora,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menpora menjelaskan bahwa sanksi dari WADA terhadap LADI perlu ditanggapi secara serius. Sebab, menurutnya, dampak dari sanksi tersebut berimbas kepada semua secara kenegaraan.

Dampak sanksi itu terasa ketika Tim Indonesia berhasil juara Piala Thomas, di Ceres Arena, Aarhus, Denmark (17/10), Sang Saka Merah Putih tidak boleh dikibarkan.

Menpora mengakui bahwa terdapat kendala dalam merespons surat resmi dari WADA.

Menurutnya, kedala tersebut karena ada pending matters dari kepengurusan lama di struktural LADI (Lembaga Anti-Doping Indonesia).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa LADI telah menyampaikan klarifikasinya mengenai teguran ketidaktaatan Tes Doping Plan.

“Tidak ada menganggap remeh, ini hal serius, waktu saya sampaikan beberapa waktu lalu berdasarkan laporan yang saya terima hanya masalah TDP, jadi setelah kita klarifikasi seharusnya sudah tidak ada masalah,” tegas Menpora Amali