oleh

7 Pesan Pahlawan Nasional yang perlu di ingat jelang Hari Pahlawan 10 November 2021

siaranjabodetabek.com – Setiap 10 November kita semua selalu memperingati hari pahlawan nasional Indonesia. Mereka bukan hanya berjuang secara fisik namun ternyata mereka meninggalkan pesan untuk penerus perjuangan bangsa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekan.

Ini ada 7 pesan-pesan dari para pahlawan, sebagai berikut :

1. Pesan Pahlawan Nasional Abdul Muis

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang”. (menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI).

2. Pesan Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara

Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi contoh), Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah memberi semangat), Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan).

“Semboyan yang diajarkan saat Ki Hajar Dewantara merintis Taman Siswa yang didirikan pada tahun 1922 dan hingga kini masih dipakai dalam dunia pendidikan”.

3. Pesan Pahlawan Nasional Dokter Cipto Mangunkusumo

“Hari kemudian dari pada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang, hari sekarang itu ialah kamu, hari Generasi Muda!”.

4. Pesan Pahlawan Nasional Tjut Nyak Dien

“Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan”.

5. Pesan Pahlawan Nasional Gubernur Suryo

“Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali”. (Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya).

6. Pesan Pahlawan Nasional R.A. Kartini

“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.

7. Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman

“Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder pemerintah TNI akan berjuang terus”.

(Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jendral Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasehatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya).