oleh

Kasus covid 19 di Jakarta kian meningkat

siaranjabodetabek.com – DKI Jakarta menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM level 1 sejak 2 November hingga 15 November mendatang. Penurunan level ini juga diiringi pelonggaran peraturan di DKI Jakarta, namun dalam beberapa hari terakhir Jakarta menjadi penyumbang terbanyak penambahan kasus covid 19.

Berdasarkan data harian satuan penanganan covid 19, dari 444 kasus terkonfirmasi positif pada 7 November lalu 117 kasus disumbang ibukota DKI. Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria berpendapat kasus covid 19 penting di DKI Jakarta masih tinggi lantaran kondisinya berbeda dengan provinsi lain

Di Jabodetabek interaksi dan mobilitas warga terpusat di ibukota. Penambahan tersebut juga berpotensi menimbulkan gelombang baru. Hingga akhir tahun semakin besar orang yang keluar rumah, itu artinya potensi interaksi juga semakin tinggi dan pada akhirnya potensi kerumunan juga semakin besar dan itu juga dapat menyebabkan potensi penyebaran yang juga meningkat.

Untuk itu tidak ada pilihan yang pertama pilihannya adalah tetap berada di rumah karena rumah ada tempat yang terbaik untuk Kita terbebas dari penyebaran. Kedua laksanakan protokol kesehatan yang 5 M, itu jangan kendor jangan eforia harus tetap waspada saja tidak.

Namun menurut epidemiolog Dicky Budiman salah satu penyebab DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus covid 19 terbanyak di Indonesia dikarenakan pelanggaran peraturan di ruang publik yang disamaratakan. Menurutnya pemerintah provinsi setempat Harus melihat kesiapan dari masing-masing tempat yang diberikan kelonggaran dalam kapasitas maupun jam operasional.

Menurutnya pelonggaran ini harus dikaji kembali agar tidak menimbulkan kerumunan yang sekarang sudah mulai terjadi.