oleh

Wakil Walikota Depok Tinaju Peserta SKB CASN, Kalau Terbukti Curang Langsung Didiskualifikasi

siaranjabodetabek.com, Sukmajaya – Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) hari ini membuka ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kota Depok Tahun 2021 di Gedung Balai Rakyat Depok II, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.
Wakil Walikota Depok kehadirannya sisambut Kepala BKPSDM dr. Novarita dan jajarannya.

“Ujian SKB CASN dilakukan secara objektif, tidak subjektif. Dalam ujian ini juga tidak ada KKN-nya,” ujar IBH Sabtu, (27/11/2021), usai meninjau peserta.

Pada kesempatan ini IBH, menjamin seluruh proses sudah dijalankan sesuai ketentuan yang benar. Semua proses tes sudah dilakukan menggunakan sistem yang sudah ditetapkan oleh pusat. Jadi, tidak ada bocoran jawaban dari materi CASN.

“Kalau ada peserta terbukti melakukan kecurangan akan langsung didiskualifikasi,” ucap IBH dengan nada serius.

IBH berpesan, bagi peserta yang tidak lolos ke tahap selanjutnya jangan berkecil hati. Karena peluang menjadi kesuksesan bukan hanya menjadi ASN saja, namun bisa dari segala bidang pekerjaan lain.

“ASN bukan satu-satunya jalan untuk mencapai cita-cita dan kesuksesan, masih banyak peluang yang lainnya,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Novarita mengatakan ratusan peserta yang mengikuti ujian, dibagi ke dalam tiga sesi. Setiap sesinya diikuti 130 orang.

“Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) beberapa waktu lalu, terpilihlah sebanyak 444 peserta yang berhak ikut SKB. Nah 331 peserta diantaranya memilih mengikuti ujian, sisanya di luar Depok,” ujarnya.

Novarita merinci, untuk formasi yang disediakan untuk mengisi slot PNS di lingkungan Pemerintah Kota Depok hanyalah sebanyak 182 formasi terdiri atas tenaga kesehatan sebanyak 58 formasi serta tenaga teknis 124 formasi.

“Untuk dikatakan lolos, paling tidak yang pertama adalah lulus dengan nilai terbaik, karena satu formasi ini sekarang diperebutkan tiga peserta. Setelah mengerjakan ujian, peserta dapat langsung tau hasil nilainya, atau bisa diakses melalui youtube terkait live score,” bebernya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) ini menegaskan, dalam mengantisipasi adanya potensi kecurangan, pihaknya telah memberlakukan beberapa lapis pengaman. Seperti pemeriksaan wajah, metal detector, dan body chechking.

“Kita sudah pasang pengamanan beberapa lapis, dengan adanya itu tidak terjadi kebocoran. Selama ini sesuai dengan aplikasi, dan kita lakukan pemantauan, tidak ada kecurangan disini,” ucapnya.

Mengenai pengumuman hasil SKB, panitia seleksi masih belum mengetahui kepastian waktunya. Yang jelas, akan menunggu seluruh peserta selesai melaksanakan SKB, khususnya bagi peserta di luar titik lokasi Kota Depok.

“Belum, karena di luar depok belum tau kapan, kemungkinan Januari. Artinya semua peserta ikut dulu, kemudian nilainya diolah seperti kemarin, ada rekannya baru diumumin, setelah SKB langsung pemberkasan,” tandasnya. (Adi).