Benarkah Koperasi TKBM jadi Penyebab Tingginya Biaya Logistik Pelabuhan? Ini Faktanya

- Penulis Berita

Rabu, 15 Desember 2021 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabek.com – Beragam persepsi negatif terhadap Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) muncul seiring wacana Pemerintah yang akan mencabut SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Koperasi TKBM di Pelabuhan.

Salah satu yang dianggap faktor penyebab rendahnya produktivitas bongkar muat di pelabuhan yaitu TKBM yang bisa berkontribusi 60% dari cost untuk pelabuhan konvensional.

Ketua Umum Induk Koperasi TKBM Pelabuhan H.M. Nasir, mengatakan bahwa koperasi TKBM Pelabuhan selalu menjadi objek persepsi negatif sebagai penyebab biaya tinggi padahal pelaku usaha di Pelabuhan seperti Perusahaan Bongkar Muat (PBM) nyaris tidak pernah dipersepsikan sebagai penyebab biaya tinggi.

https://siaranjabodetabek.com/baca/20211214/356-cpns-pemkot-depok-akhirnya-dapet-surat-keputusan-jadi-pns-tingkatkan-wawasan-etika-pns.html

Lebih lanjut, Nasir mengatakan tidak benar bahwa TKBM penyebab rendahnya produktifitas bongkar muat dan berkontribusi 60 persen dari cost di Pelabuhan konvensional. Penyebab rendahnya produktifitas bongkar muat di Pelabuhan disebabkan oleh tidak tersedianya armada angkutan dengan rasio hasil bongkar muat TKBM.

“Peralatan bongkar muat seperti crane kapal yang kebanyakkan sudah berusia tua menyebabkan kecepatan waktu bongkar muat menjadi lama. Sementara kelebihan produktifitas tidak pernah dinilai sebagai prestasi TKBM yang harus dibayar sesuai yang diatur KM 35 Tahun 2007,” ujar Nasir dalam keterangannya.

Koperasi TKBM memperoleh hasil kerja sesuai kesepakatan tarif yang ditetapkan antara APBMI dan Koperasi TKBM yang mengacu pada KM 35 Tahun 2007 dan tidak pernah lebih, ada dibeberapa Pelabuhan tarif bagian Koperasi TKBM selalu disesuaikan untuk ditawar lebih rendah.

“Penetapan tarif OPP/OPT dengan rumusan WHIK + SMA terdapat perbedaan biaya administrasi yang signifikan antara Koperasi TKBM (WHIK) dan PBM (SMA) dengan persincian Koperasi TKBM sebesar 7,5 persen sedangkan PBM 45 persen,” jelas Nasir.

Ia juga mengatakan Pelindo sebagai Badan Usaha Pelabuhan juga melakukan pungutan yang tanpa bekerja, contoh kasus di Pelabuhan Dumai, adanya biaya jasa fasilitas Rp. 2.000,- per Ton pada saat kapal sandar dan belum melakukan aktifitas bongkar muat. Selanjutnya, untuk penumpukan barang meskipun barang tidak ditumpuk (truck losing) dikenakan biaya sebesar Rp. 3.000,- per ton.

“Lantas dimanakah dasar argumentasi yang mengatakan bahwa Koperasi TKBM Pelabuhan penyebab biaya tinggi? Tarif disepakati bersama dengan pengguna jasa dan diketahui oleh Badan Penyelenggara Pelabuhan setempat. Koperasi TKBM Pelabuhan sebagai pengelola TKBM hanya memperoleh Administrasi pengelolaan yang sudah di atur dalam KM 35 Tahun 2007 sebesar 7,5 % dan di dalamnya 1 % untuk serikat,” tegas Nasir.

Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan berharap pemerintah mampu melindungi koperasi para buruh pelabuhan, bukan malah dimarjinalkan. Harapan tersebut disampaikan Nasir menanggapi rencana pemerintah yang akan mencabut SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Koperasi TKBM di pelabuhan.

Berita Terkait

Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Perluas Lekaran Mengaji, Bertekad Berantas Buta Al-Qur’an di Kota Depok
Jalan Enggram-Pemuda Sawangan Mulai Dilebarkan, Supian Suri Targetkan Rampung Awal 2027
Hot News!! Hari Ini Wali Kota Depok Akan Lakukan Mutasi dan Pelantikan 3 Kepala Dinas
Tak Ada Lagi Alasan Tak Bisa Mengaji, Yayasan IGMN Hadirkan Belajar Al-Qur’an Gratis di 10 Wilayah Depok
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Revitalisasi Situ Kabantenan Agar Kendalikan Limpasan Air ke Permukiman
Taman Secawan Depok Jadi Salah Satu Sasaran Aksi Vandalisme
Supian Suri Soroti Pentingnya Jaga Kedaulatan Digital di Harkitnas 2026
GASS D1 Gelar Family Gathering Tuk Perkuat Solidaritas dan Ukhuwah Islamiyyah

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:56 WIB

Dr Awaluddin Faj, M.Pd Alumni UNIDA Gontor hadiri Sarasehan Guru Besar & Doktoral Alumni Gontor Dalam Rangka 100th Pondok Modern Darussalam Gontor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:49 WIB

Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak, PTTEP Indonesia Bersama Dompet Dhuafa Selenggarakan Edukasi Nutrisi dan Senam Hamil

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:54 WIB

Ke PMI Jakarta Utara, Akademisi Umeå University Swedia Bahas Strategi Penguatan Karakter Relawan

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:00 WIB

Outing SDM MUMTAZA ISLAMIC SCHOOL ke Pengalengan Bandung

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:32 WIB

Rapat Kerja (Raker) Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah, Menguatkan Manajemen, Menuju SDM Primago yang Solid

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:17 WIB

Kegiatan Capacity Building & Rapat Kerja 2026, SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Pusat Gelar Workshop Spirit Ruh Mudarris & Menjadi Pendidik Yang Kreatif Dalam Mengajar Bersama Konsultan Pendidikan Islam Alumni Gontor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:34 WIB

Mengenal SMK Budhi Warman 2 Jakarta Lebih Dekat

Senin, 6 Juli 2026 - 21:21 WIB

Capacity Building 2026 Diniyyah Al-Azhar Islamic Education Centre-Jambi Gelar Workshop Spirit Ruh Mudarris Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Berita Terbaru

berita

Outing SDM MUMTAZA ISLAMIC SCHOOL ke Pengalengan Bandung

Kamis, 9 Jul 2026 - 22:00 WIB