BKKBN dan Komisi IX DPR RI Tak Kenal Lelah Kampanyekan Penurunan Stunting di Kabupaten Bekasi

SiaranJabodetabek.com- BKKBN bersama Mitra Komisi IX DPR RI seolah tak kenal lelah dalam mengkampanyekan percepatan penurunan Stunting kepada masyarakat di Daerah.

Bertempat di Aula Kantor Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, kampanye Stunting berjalan lancar dan Meriah.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Safrina Salim. SKM. M. Kes Direktur Kesehatan Reperoduksi dari BKKBN Pusat lalu ada A. Tresnawati S.Pd. mewakili BKKBN Jawa barat kemudian Drg. Putih Sari dari Komisi IX DPR RI dan Drs H Jainih MM mewakili Sub Kordinator Kerjasama Pendidikan Kependudukan serta Dinas Pengendalian Penduduk KB. (DPPKB)Pemkab Bekasi.

Anggota Komisi IX DPR RI drg. putih sari yang diwakili oleh staf Khusus yaitu Dedi mengatakan Komisi IX DPR RI tetap semangat mengumandangkan penurunan angka Stunting sampai kondisinya dianggap aman. Dan masyarakat kabupaten Bekasi dengan balita nya selalu terpenuhi gizi nya.

Sementara itu Safrina Salim dari BKKBN pusat Menjelaskan Soal Stunting atau gagal tumbuh masih bisa diperbaiki. Asal sang bayi masih berusia dibawah dua tahun. Atau disebut Periode Emas.

“Yang bisa diperbaiki yaitu . Perbaiki Gizi nya. Dan bila sakitnya didapatkan ada infeksi. Masih bisa di obati atau diperbaiki. Tetapi apa bila si bayi sudah berusia diatas dua tahun sulit untuk diperbaiki lagi. Tidak bisa lagi secara cepat pertumbuhan ny.a sampai periode ke empat, karena pertumbuhan sel otaknya hanya 80 persen,” ujar Safrina Salim, Jum’at, 18 November 2022.

Safrina Salim menambahkan Untuk menjaga periode Emas tidak mahal.

“Dalam menjaga nya kita harus konsisten. Selalu mengecek perkembangan tumbuh bayi. Kita harus selalu mengontrol perkembangan fisiknya. Dan harus selalu bertambah berat badan nya sesuai teorinya. 2 x 1+8. Artinya berat badan ideal bayi. Harus 10 kilo gram atau 8 kilo gram diusia satu sampai dua tahun” ujar safrina.

Untuk membuat situasi lebih hidup lagi, Safrina berdialog dengan peserta.

“Apa yang terlintas dalam pikiran. Bila melihat mobil bermerek BKKBN?,” Tanya Safrina

Safrina kagum dengan peserta yang menjawab dengan benar. Dirinya mengingatkan bahwa BKKBN tidak hanya identik dengan Alkon namun BKKBN hadir sebagai pencerdas keluarga yang selalu harus memiliki rencana.

“Yaitu rencana menjaga jarak usia kelahiran, merencanakan jumlah keturunan, juga kehadiran BKKBN sebagai siklus kehidupan. Mencerdaskan masyarakat, dalam mengimbangi kelahiran. Mengimbangi jumlah penduduk. Jelas Safrina.

Terakhir Sekdin PPKB Pemkab Bekasi. Drs H Jainih MM mengingatkan agar ibu hamil menghindari asap rokok.

Karena asap rokok yang terhisap dapat mengganggu perkembangan janin.

“Kepada pecandu asap rokok, janganlah merokok berdekatan dengan wanita masa kehamilan. Atau hindari dari balita,” Pinta Jainih.

Jainih menguatirkan pekembangan bayi terhambat akibat asap rokok, lantaran sang bayi tidak nafsu makan. Sehingga gizi yang diasumsinya menjadi buruk. Sehingga sang bayi gagal tumbuh atau Stunting.

News Feed