Dinas Kesehatan Diminta Terapkan 6 Transformasi Kesehatan Oleh Kemenkes

siaranjabodetabek.com – Kunta Wibawa Dasa Nugraha selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta seluruh dinas kesehatan di daerah untuk menerapkan enam transformasi kesehatan.

Menurut Kunta, dinas kesehatan di level daerah justru menjadi ujung tombak kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum juga dicabut statusnya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Dengan Covid-19, maka sudah saat yang tepat kita melakukan transformasi kesehatan dan khususnya di dinas kesehatan di semua wilayah di Indonesia,” ujar Kunta.

Presiden Joko Widodo beri amanat kepada kemenkes tentang transformasi kesehatan setelah berhasil menyukseskan vaksinasi dan penanganan vaksinasi covid-19.

Keenam pilar transformasi kesehatan itu meliputi: transformasi layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, teknologi kesehatan, dan bioteknologi.

Transformasi layanan primer akan berfokus pada penataan ulang jaringan fasilitas layanan kesehatan yang akan dilakukan di ribuan puskesmas di Indonesia. Dengan adanya transformasi ini diharapkan adanya pemerataan layanan kesehatan di setiap daerah.

Transformasi layanan rujukan akan dimulai dengan penanganan terhadap tiga penyakit yang menjadi penyebab kematian paling tinggi di Indonesia. Ketiga penyakit tersebut adalah jantung, stroke, dan kanker.

Transformasi ketahanan kesehatan. Melalui transformasi ini, Kemenkes akan memastikan ketersediaan vaksin, diagnostik, dan terapeutik di seluruh di Indonesia dengan minimal 50 persen merupakan produksi dalam negeri.

Mengenai pembiayaan kesehatan. Kemenkes akan merealisasikan transformasi ini melalui transparansi dan perhitungan yang benar atas pembiayaan kesehatan. Transformasi tenaga kesehatan, Kemenkes akan melakukan pemerataan SDM kesehataan yang ada di Indonesia dengan melalui academic health system.

Teknologi kesehatan. Kemenkes akan mengembangkan teknologi selain aplikasi PediliLindungi yang bertujuan untuk mencatat rekam medis secara digital.

Selanjutnya, bioteknologi, melalui transformasi ini, Kemenkes akan menyediakan mesin genome sequencing di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan nasional seperti RS Kanker Dharmais, RS PON untuk penyakit stroke, RSCM untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan ginjal, serta RSPI dan RS Sanglah khusus untuk aging and wellness.

749 views