DPP NCW: Pemilu 2024 Harus Bebas KKN dan Politik Uang

- Penulis Berita

Jumat, 2 Februari 2024 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com – Pemilihan Presiden dan anggota legislatif tahun 2024 akan segera dimulai 14 Februari mendatang, dan penting untuk menjalankannya dengan penuh kegembiraan sambil tetap menjaga netralitas dan integritas pemerintah terhadap semua calon presiden dan partai yang bersaing dalam proses demokrasi ini.

Pemilihan presiden ini diadakan dengan sukacita, tanpa mengesampingkan netralitas dan prinsip kejujuran serta keadilan dari pemerintah dalam memperlakukan semua calon presiden dan partai yang berpartisipasi dalam proses demokrasi tahun 2024 ini.

Menyikapi situasi tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasional Corruption Watch (NCW) mengadakan konferensi pers di Kantor DPP NCW yang terletak di Pancoran, Jakarta Selatan, pada hari Jumat, 2 Februari.

“Menurut kami di DPP NCW Jika Pemilu atau pesta demokrasi ini tidak dilakukan secara jujur dan adil serta Netralitas dari pemimpin bangsa ini, kami khawatirkan akan terjadi konflik yang tidak dinginkan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ketua Umum DPP NCW Hanif Sutrisna dalam keterangannya.

Pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi mengenai dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden oleh karena kedudukannya sebagai pejabat publik dan politik, dinilai tidak etis dan merusak sistem demokrasi yang telah berjalan dengan baik sejak era reformasi tahun 1998 menurut sejumlah pihak.

Menurut NCW, pernyataan seorang presiden yang menunjukkan ketidaknetralan nya dalam pemilihan presiden tahun 2024, jika dilihat dari Undang-Undang Nomor Tujuh Tahun 2017 secara literal, tidak melanggar ketentuan undang-undang tersebut.

“Namun yang kami sesalkan adalah ucapan tersebut keluar dari seorang Jokowi yang merupakan presiden republik Indonesia yang masih aktif dan melibatkan anak kandung dari Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Secara etika politik tindakan ini menurut berbagai kalangan pakar dan tokoh bangsa memperlihatkan bahwa Jokowi sangat haus dengan kekuasaan,” kata Hanif.

DPP NCW menerima banyak laporan dari masyarakat tentang dugaan intervensi dan intimidasi yang terjadi di kalangan aparat desa dan instansi pemerintah lain yang tidak mendukung pasangan calon yang didukung oleh pemerintah. Pelanggaran pemilu melalui intimidasi ini terlihat terorganisir, terstruktur, dan meluas (TSM) di berbagai wilayah.

DPP NCW bahkan menerima laporan yang lebih serius, dimana ada tawaran-tawaran menarik dari tim kampanye pasangan calon tertentu, yang menjanjikan imbalan sebesar 500 ribu hingga 1 juta rupiah kepada pemilih jika mereka mencoblos pasangan calon yang didukung oleh mereka, dengan syarat menunjukkan bukti coblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Praktik politik uang ini, jika terorganisir, sistematis, dan meluas, merupakan tindak pidana dan bisa mengakibatkan diskualifikasi pasangan calon yang didukung, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan pilihan dan melaporkan setiap bujuk rayu politik uang yang bisa dijerat dengan hukuman pidana. Kami tahu bahwa uang sebesar itu sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan, tapi jika salah pilih dapat mengorbankan nasib seluruh rakyat Indonesia selama 5 tahun ke depan,” lanjut Hanif.

Tingginya jumlah dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang terjadi di kabinet Jokowi dan di sejumlah kepala pemerintah daerah selama sembilan tahun terakhir menunjukkan kurangnya efektivitas dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan penegakan hukum terhadap kejahatan korupsi di Indonesia.

Kekhawatiran NCW terhadap politik uang sangat berdasar dengan banyaknya dumas yang menyampaikan ada pendukung salah satu paslon yang jaringan bisnisnya diduga kuat digunakan untuk membiayai kegiatan kampanye paslon tersebut.

“Rakyat sudah cukup muak dengan pelanggaran konstitusi dan etika berpolitik yang dipertontonkan dengan sengaja dan penuh kesombongan oleh tim kampanye paslon yang didukung oleh penguasa oligarki. Ini harus segera dihentikan,” pungkas Hanif.

DPP NCW memperhatikan penolakan terhadap pelanggaran konstitusi dan standar etika politik yang disuarakan oleh ratusan profesor dari universitas terkemuka di Indonesia sebagai indikasi kesalahan dalam interpretasi pemerintah Jokowi terhadap konsep demokrasi yang diupayakan pasca reformasi tahun 1998.

Terkait viralnya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) saudara R yang diterima melalui dumas NCW sedang didalami.

DPP NCW akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (KPK, Kejagung, Polisi) serta PPATK guna menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut.

“Kami menghimbau seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi juri dan hakim yang adil dalam menentukan pilihan pemimpin 2024-2029, dan menjadi penegak keadilan dengan melaporkan setiap pelanggaran pemilu yang terjadi di daerah masing-masing,” tutup Hanif.

Berita Terkait

Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tampil dan Hadiri Kegiatan Maulid Nabi di Majelis Ta’lim Al Muhajirin Depok
SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031
Praktisi Hukum Andi Tatang Supriyadi: “Polemik Pembelian Buku Istri Walikota Depok, Jangan Asal Menuduh Korupsi Tanpa Pembuktian Hukum”
Analisa Hukum For-WIN | Polemik Buku Istri Walikota Depok
Perkuat Identitas Sekolah, SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gandeng Konsultan Branding Sekolah Alumni Gontor.
RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Pantau KDKMP Grogol, Supian Suri Pastikan Program Kebutuhan Pokok Murah Berjalan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Rasakan Banyak Manfaat, Warga Sukatani Tapos Ingin Wisata Keberagaman terus Berlanjut

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Ogah Ribet, RW Baktijaya Minta Dana Rp300 Juta Masuk Skema Hibah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Calon Ketua Umum HIPPI Kota Depok Beserta Calon Pengurus Memperkuat Konsolidasi Bersama Ketua DPD HIPPI Jawa Barat Sebelum Pelantikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pelatihan Gasing di Depok Soroti Mental Siswa Saat Belajar Matematika

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Aksi Konyol Maling Motor di Pancoran Mas Depok: Alih-alih Dinyalakan, Motor Curian Malah Digotong Berdua

Berita Terbaru