Fenomena Burung Hijau

- Penulis Berita

Senin, 27 Desember 2021 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabek.com -Burung hijau hidup tinggi di angkasa. Namun ia mencari penghidupan di permukaan laut. Setidaknya itu informasi yang di dapat dari karya Muhammad bin Abi Bakar yang berjudul Al-Mawaidz Al-Ushfuriyah yang secara literal berarti buku “Nasihat Para Burung”.

Burung ini terbilang istimewa. Sebab ia memiliki tulang yang kokoh seperti tombak pendek, baik pada punggungnya maupun di bawah perutnya. Selebihnya ia memiliki paruh yang kuat dan  sayap yang kokoh agar bisa melesat secara tiba-tiba ke permukaan laut untuk mendapatkan makanan.

Makanan yang diperoleh adalah   sisa daging ikan yang terselip di antara gigi hiu. Sebagai predator, hiu memangsa ikan apa saja untuk membuatnya kenyang dan bertahan. Dalam  bahasa Arab ikan hiu disebut al-hut, sedangkan ikan kecil yang dimangsa disebut al-samak.

https://siaranjabodetabek.com/baca/20211227/jaga-imunitas-tubuh-dengan-minum-yakult-setiap-hari.html

Yang menarik adalah pola rantai makanan antara al-samak, al-hut, dan burung hijau. Usai hiu memangsa ikan, sisa dagingnya terselip di antara gigi hiu. Kondisi tersebut membuat hiu tidak nyaman, bahkan menyakitkan giginya. Ini akibat cara hiu menyantap makanan dengan  buas dan berkuantitas.

Untuk keluar dari ketidaknyamanan tersebut sesekali hiu mengeluarkan kepalanya ke permukaan laut sambil membuka mulutnya. Tentu tingkah hiu ini memberi isyarat kepada makhluk lain bahwa di antara giginya ada  makanan.  Hanya saja tidak semua binatang bisa memanfaatkan peluang menantang ini. Terkecuali burung hijau.

Di angkasa burung hijau memang sudah sejak lama mengintai. Sekelebat burung hijau terbang merendah lalu masuk mulut hiu untuk memakan sisa ikan yang terselip di antara gigi hiu. Sepanjang hiu membuka mulutnya sepanjang itu pula burung hijau cerdas itu berpesta dengan riang gembira.

Burung hijau bukan tanpa alasan berani menyantap sisa daging ikan yang terselip di gigi hiu. Pasalnya, secara vertikal ia menunjang mulut hiu dengan tombak yang ada di punggungnya dan secara horisontal dengan tombak di dadanya. Rupanya ini fungsi dua tombak yang dimiliki burung hijau.

Burung hijau tidak makan kecuali ketika  hiu mengerang kesakitan. Sementara hiu baru merasa nyaman kalau sisa ikan yang terselip di giginya dimakan    burung hijau. Burung hijau tidak pernah takut tidak memperoleh rezeki. Sebab pasti akan datang  hiu yang mengeluarkan kepalanya dan membuka mulutnya.

Tentu burung hijau tidak dibekali akal dan ilmu, ia hanya mengandalkan instink (al-gharizah) untuk mencari nafkah. Sementara manusia yang dilengkapi dengan segalanya, termasuk teknologi, seringkali gerogi tidak  bisa memenuhi makanannya. Inilah fenomena burung hijau. Semoga jadi pelajaran buat kita.*

Oleh: KH. Dr. Syamsul Yakin (Pengasuh Pondok Pesantren  Darul Akhyar Parung Bingung Kota Depok)

Berita Terkait

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Islam, hingga Ihsan
DKM Baitul Kamal Buka Ruang Kreativitas Pemuda Depok Lewat Remaja Masjid
Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas
Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk : Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi Menuju Pasar Global
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:56 WIB

PMI Jakarta Utara Bagikan Masker kepada Pengendara, Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:44 WIB

PRIMAGEN: Solusi Komprehensif untuk Pengembangan Mahasiswa Berkelanjutan!

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pimpin Sekolah Berkualitas: Mulai dari Memahami Potensi Genetik Setiap Siswa Bersama PRIMAGEN

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesona Square Mall Depok Tahun 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinas Pendidikan Kota Depok Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi SPNF Se-Kota Depok di PKBM Primago Indonesia

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:56 WIB

PELUANG EMAS! Wakaf 100 Buku + Gratis Pelatihan Bisnis untuk Siswa & Santri Untuk Pesantren di Kota Depok 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

PMI Jakarta Utara Resmikan Lima Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Momentum Perjalanan 10 Tahun Primago, Lahir Wadah Ikatan Keluarga Alumni Primago (IKAGO) Tahun 2026

Berita Terbaru