IKPB Jaya: Sinergi Ranah dan Rantau Untuk Pembangunan Daerah

- Penulis Berita

Minggu, 2 Januari 2022 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabek.com – Peran perantau dalam percepatan pembangunan daerah tidak bisa dianggap remeh. Terlebih bagi daerah seperti Sumatera Barat yang terkenal dengan perantaunya yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Untuk mengoptimalkan peran perantau dalam pembangunan daerah, Jum’at, 31 Desember 2021, Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta Raya (IKPB Jaya) menyelenggarakan seminar bertajuk “Sinergi Ranah dan Rantau Dalam Mendukung Pembangunan Daerah Berbasis Multi Budaya”. Kegiatan ini diselenggarakan di Ponpes Al-Kahfi, Tapos, Depok, yang merupakan milik salah satu perantau Pasaman Barat.

Pada seminar yang diselenggarakan secara blended itu, hadir Wakil Bupati Pasaman Barat, H. Risnawanto, SE dan Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K, secara virtual. Dalam sambutannya, Wabup Risnawanto sangat gembira dengan acara yang digagas IKPB Jaya. “Saya berharap sinergi yang terbangun antara Pemerintah Pasaman Barat dan IKPB Jaya dapat mendorong percepatan pembangunan di daerah,” ujarnya.

https://siaranjabodetabek.com/baca/20220102/one-day-tournament-portama-fc-berhasil-merebut-juara-piala-pamoras-cup-2022.html

Ketua Umum IKPB Jaya, H. Gontam Yusuf, dalam pengantarnya sebelum seminar menyatakan IKPB Jaya akan melaksanakan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat baik di ranah maupun di rantau. “Saat ini kami sedang mematangkan beberapa program baik di ranah maupun di rantau, seperti pembentukan koperasi, bantuan sosial untuk masyarakat di kampung, dan sebagainya,” tuturnya.

Sementara, dua orang yang bertindak sebagai narasumber dalam seminar itu, Dr. Achmad Ridho dan Dr. Yuherman (Ketua Bakor Minang), menyatakan pembangunan di Pasaman Barat tidak boleh melenceng dari akar budaya masyarakat setempat. “Meski Pasaman Barat dihuni oleh tiga suku yang berbeda, yaitu Minang, Mandailing, dan Jawa, tetapi semuanya terikat dalam satu budaya yaitu adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah. Artinya, pembangunan di Pasaman Barat tidak boleh lepas dari nilai-nilai agama,” tegas Doktor Ridho./Naz

Berita Terkait

Wamendag Dyah dan Wawalkot Depok Bersih-Bersih Pasar Cisalak dalam Gernas Mapan
PMI Kota Depok Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini kepada Siswa MI Fahmil Quran Plus
Pemerintah Tanggapi Hasil Survei Indikator: Pemberantasan Korupsi Jadi Faktor Utama Kepercayaan Publik
Inovasi Edukasi Keselamatan Berkendara Indonesia Raih Pengakuan Internasional
Hyundai Perkenalkan All-New Santa Fe XRT di IIMS 2026, Ini Skema DP dan Cicilannya
“OTT Bocil” hingga Debat Hukum, Aksi Eks Wamen Noel Ebenezer Tuai Teguran Hakim
Hadapi Ancaman Militer Donald Trump, Presiden Iran Pilih Tempuh Jalur Dialog Damai
Israel Tewaskan 4 Orang di Rafah, Klaim Militan Keluar dari Terowongan

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:45 WIB

Wamendag Dyah dan Wawalkot Depok Bersih-Bersih Pasar Cisalak dalam Gernas Mapan

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:39 WIB

PMI Kota Depok Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini kepada Siswa MI Fahmil Quran Plus

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:27 WIB

Pemerintah Tanggapi Hasil Survei Indikator: Pemberantasan Korupsi Jadi Faktor Utama Kepercayaan Publik

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:23 WIB

Inovasi Edukasi Keselamatan Berkendara Indonesia Raih Pengakuan Internasional

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:19 WIB

Hyundai Perkenalkan All-New Santa Fe XRT di IIMS 2026, Ini Skema DP dan Cicilannya

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:03 WIB

Hadapi Ancaman Militer Donald Trump, Presiden Iran Pilih Tempuh Jalur Dialog Damai

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:58 WIB

Sentuhan Personal di Tengah Kota, BRI Kanca Cimanggis Permudah Layanan bagi Nasabah Pensiunan

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:58 WIB

Israel Tewaskan 4 Orang di Rafah, Klaim Militan Keluar dari Terowongan

Berita Terbaru