Linda Megawati Ajak Warga Subang Cegah Stunting

- Penulis Berita

Minggu, 25 September 2022 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabek.com – Anggota Komisi IX DPR RI Linda Megawati Linda menekankan pentingnya masyarakat memahami pencegahan stunting. Pemahaman ini menjadi sangat penting agar ke depan tidak ada lagi kasus stunting di Kabupaten Subang.

“Bila dahulu bangsa kita bodoh karena penjajahan, jangan sampai generasi penerus kita bodoh karena stunting,” ujar Linda saat menjadi narasumber kegiatan Sosialisasi Program Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI Gedung GOW Kabupaten Subang, Sabtu 24 September 2022.

Linda menjelaskan, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Kondisi ini mengakibatkan gangguan perkembangan kecerdasan dan fisik. Beberapa dampak stunting pada anak dapat dikenali dari rentan sakit-sakitan dan sulit mengikuti pembelajaran. Ini yang kemudian memicu rendahnya produktivitas pada saat anak tersebut dewasa.

Di tempat yang sama, Direktur Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Safrina Salim menjelaskan, prevalensi stunting di Kabupaten Subang saat ini berada pada kisaran 18,1 persen. Kondisi stunting secara nasional sebesar angka 24,4 persen. Sedikit lebih rendah dari Jawa Barat sebesar 24,5 persen. Pemerintah menargetkan penurunan prevaensi stunting secara nasional menjadi 14 persen pada 2024 mendatang.

Guna memastikan percepatan penurunan stunting, sambung Safrina, saat ini BKKBN telah merekrut 200 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh Indonesia. TPK bertugas memberikan pendampingan dan edukasi kepada keluarga berisiko stunting.

“Hadirnya TPK di tengah-tengah masyarakat diharapkan bisa mempercepat proses screening sekaligus memberikan intervensi yang tepat. Kita terus mengedukasi dan sosialiasi terkait dengan stunting. Di mana sekarang kementerian dan lembaga bersama-sama merencanakan strategi penurunan stunting,” ungkap Safrina.

Dia menyebut, ada berbagai faktor penyebab terjadinya stunting yang harus diketahui masyarakat. Selain perilaku pascamelahirkan, kultur yang selama ini terjadi juga harus diperhatikan.

“Strategi BKKBN tidak membicarakan lagi terkait dengan periode seribu hari pertama kehidupan, tapi bagaimana kita membicarakan siklus kehidupan ketahanan keluarga dan keluarga yang berencana. Keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak. Karena itu, peran orang tua sangat dominan dalam menanamkan pendidikan dan pengasuhan berkualiatas terhadap anak,” jelasnya.

Menurutnya, deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang juga perlu dilakukan oleh orang tua, sehingga dapat mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita. Safrina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi memimikirkan hal-hal yang bersifat teoritis dan memakan waktu lama, melainkan lebih praktis pada tataran operasional.(xxx)

Berita Terkait

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Islam, hingga Ihsan
DKM Baitul Kamal Buka Ruang Kreativitas Pemuda Depok Lewat Remaja Masjid
Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas
Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk : Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi Menuju Pasar Global
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:41 WIB

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Kamis, 10 September 2026 - 09:23 WIB

Transformasi Budaya Kerja, Ar-Rahman Islamic School Hadirkan Konsultan Pendidikan Islam Alumni Gontor pada Workshop Budaya Kerja AIS SALAM Culture Day 2026

Selasa, 8 September 2026 - 20:22 WIB

Ar-Rahman Islamic School Gelar Kegiatan Workshop Budaya Kerja 2026 Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT)

Senin, 7 September 2026 - 18:24 WIB

SMK BUDHI WARMAN II Gelar LDKMB bersama Dirgantara Outbond Training Depok Tahun 2026

Senin, 7 September 2026 - 10:56 WIB

PMI Jakarta Utara Bagikan Masker kepada Pengendara, Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pimpin Sekolah Berkualitas: Mulai dari Memahami Potensi Genetik Setiap Siswa Bersama PRIMAGEN

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesona Square Mall Depok Tahun 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinas Pendidikan Kota Depok Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi SPNF Se-Kota Depok di PKBM Primago Indonesia

Berita Terbaru

berita

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:41 WIB