Pengrajin Tahu di Kabupaten Boyolali Mengecilkan Ukuran, Akibat Harga Kedelai Mahal

- Penulis Berita

Senin, 21 Februari 2022 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabek.com – Berbagai cara dilakukan para perajin tahun agar bisa bertahan di tengah tingginya harga kedelai. Harga kedelai saat ini mencapai Rp11.000 per kilogram.

Salah satunya yang dilakukan tempat perajin tahu milik Suwarno, di lereng Gunung Merbabu, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Mereka terpaksa mengurangi dan mengubah ukuran tahu menjadi lebih kecil. Setelah sebelumnya sempat menaikkan harga.

Di tengah tingginya harga bahan baku kedelai yang mencapai Rp11.000 per kilo, Suwarno masih terus berjuang agar bisa bertahan.

https://siaranjabodetabek.com/baca/20220219/mui-tingkat-kelurahan-se-kecamatan-bojongsari-kota-depok-resmi-di-lantik.html

“Mengubah ukuran tahu dari enam sentimeter menjadi lima sentimeter paling tepat untuk saat ini,” kata Suwarno, Senin,21 Februari 2022

“Namun kalau harga kedelai masih akan mengalami kenaikan harga, kami akan menaikkan lagi harga jual tahu dari Rp400 menjadi Rp450 per potong,” katanya.

Oleh sebab itu, para perajin tahu dan tempe berharap ada solusi dari pemerintah agar harga kedelai bisa kembali stabil.

Berita Terkait

Sambut Datangnya Bulan Ramadhan 1447H, Gerakan Ayo Peduli Sesama Gelar Baksos Sinergi ke 10 2026 di 3 Titik Distribusi
Pesantren Leadership Primago Depok Buka Program SDI mulai dari Kelas 4 SD/MI Se-Derajat dengan sistem Boarding School
BKPSDM Depok Tegaskan PPPK Paruh Waktu Baru Bisa Ajukan Cuti Tahunan Setelah Masa Kerja 1 Tahun
Lurah Rangkapan Jaya Apresiasi Gerakan Pangan Murah, Warga Terbantu Jelang Ramadan
Depok Perkuat Komitmen Integritas di Sektor Pemberdayaan Masyarakat
Media Israel: Indonesia Akan Jadi Negara Pertama yang Kerahkan Tentara ke Gaza
Terungkap Siasat 11 Tersangka Korupsi Limbah Sawit Rugikan Negara Rp 14 T
Eksodus Massal Warga Selandia Baru ke Australia, Tergiur Gaji Rp1 Miliar Per Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:03 WIB

Sambut Datangnya Bulan Ramadhan 1447H, Gerakan Ayo Peduli Sesama Gelar Baksos Sinergi ke 10 2026 di 3 Titik Distribusi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:57 WIB

Pesantren Leadership Primago Depok Buka Program SDI mulai dari Kelas 4 SD/MI Se-Derajat dengan sistem Boarding School

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:01 WIB

BKPSDM Depok Tegaskan PPPK Paruh Waktu Baru Bisa Ajukan Cuti Tahunan Setelah Masa Kerja 1 Tahun

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:59 WIB

Lurah Rangkapan Jaya Apresiasi Gerakan Pangan Murah, Warga Terbantu Jelang Ramadan

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:56 WIB

Depok Perkuat Komitmen Integritas di Sektor Pemberdayaan Masyarakat

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:50 WIB

Terungkap Siasat 11 Tersangka Korupsi Limbah Sawit Rugikan Negara Rp 14 T

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:47 WIB

Eksodus Massal Warga Selandia Baru ke Australia, Tergiur Gaji Rp1 Miliar Per Tahun

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:42 WIB

Bahar bin Smith Resmi Minta Maaf Usai Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser

Berita Terbaru