Urgensi Peran Media di Tengah Pandemi dan Suksesnya New Normal

- Penulis Berita

Jumat, 12 Juni 2020 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Antoni Nugroho (Praktisi Media /Koresponden KataIndonesia Wil.Semarang)

Sudah berjalan bulan ke 3, Indonesia dilanda pandemi virus corona. Hal ini mengakibatkan berbagai aktivitas masyarakat harus ditiadakan untuk sementara waktu sampai kondisi benar – benar membaik. Dalam kasus ini banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian dan harus memutar otak untuk bertahan hidup ditengah pandemi virus corona. Selain dalam sektor perekonomian, bidang pendidikan juga terkena dampak dari pandemi virus corona ini. Dimana para lembaga pendidikan harus meliburkan kegiatan belajar mengajar secara offline dan menggantinya dengan belajar melalui media online atau daring. Hal ini diterapkan guna memutus penyebaran virus corona.

Setelah cukup lama ini pemerintah sudah mengupayakan berbagai macam cara untuk mengatasi pandemi virus corona yang terjadi. Namun saat ini sudah semakin kompleks penanganan pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia. Ditambah masyarakat sendiri juga semakin jenuh dan mulai melakukan kegiatan dengan sesuka hati mereka tanpa memikirkan dampak terhadap dirinya dan orang lain. Melihat kasus virus corona yang belum dapat dikendalikan sepenuhnya membuat pemerintah Indonesia ingin mengambil langkah “berdamai” dengan virus corona.

Pemerintah mulai menggaungkan New Normal untuk mengembalikan produktivitas masyarakat yang sempat terhenti beberapa bulan lalu. Dalam hal ini tentunya harus dipahami bahwa berdsmsi bukan berarti menyerah atau kalah. Selain menerapkan disiplin protokol kesehatan yang konsisten, kerjasama dengan berbagai pihai juga harus melibatkan kerja sama dan sinergitas antar berbagai pihak harus optimal dilakukan agar langkah New Normal dapat terlaksana sesuai harapan. Kerjasama tersebut tentunya antara Pemerintah, Masyarakat, dan Media yang turut andil dalam mengembangkan tatanan baru tersebut. Peran media sangat dibutuhkan dalam membangun produktivitas dan kedisiplinan masyarakat untuk menghadapi new normal.

Gugus Tugas Nasional juga mengedepankan kolaborasi dan sinergi pentaheliks dalam percepatan penanganan Coronavirus disease 2019 atau COVID-19. Salah satu pentaheliks tersebut adalah media massa yang berperan dalam penyampaian informasi positif selama New Normal agar memberikan edukasi masyarakat dalam menghadapi tatanan baru.

Pemberitaan media merupakan salah satu kunci sukses membangun optimisme ditengah pandemi. Karena nantinya peran media akan berujung pada perubahan perilaku masyarakat dalam menyikapi pandemi. Maka dari itu, media harus selalu mendorong hal-hal positif dengan menggunakan narasi yang tidak hanya membahas kesehatan tapi juga dari segi kultural maupun ekonomi demi keberlangsungan kehidupan yang lebih baik ditengah pandemi. Literasi media diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran positip kepada masyarakat agar dapat selalu berkontribusi memberikan edukasi positif kepada diri sendiri, dengan membekali hal-hal yang dianggap perlu untuk dipelajari dan diketahui agar berhasil menjalani New Normal.

Ditengah situasi trsnsisi seperti saat ini, memang diperlukan sikap masyarakat untuk membekali diri dengan cara menumbuhkan literasi media, memilah serta memilih berita positif yang harus dikonsumsi setiap harinya guna mengetahui perkembangan kasus pandemi dan New Normal. Media telah memberitakan dan memberikan opininya terhadap setiap perkembangan kasus Covid-19 dengan berbagai cerita dan judul berita yang tiada hentinya, serta update terhadap pembaharuan status secara terus-menerus hingga 3 bulan terakhir ini, hal tersebut dapst dilihat dari dinamika maupun tantangan yang dihadapi wartawan atau jurnalis selama pandemi ini berlangsung. Terlihat bagaimana peran media dalam mengendalikan isu yang ada.

Sebagai media yang bersumber pada informasi yang aktual, tentu menyajikan berita yang bermanfaat sangatlah diharapkan masyarakat maupun media itu sendiri. Menyangkal informasi yang salah dan keliru juga merupakan tugas dan tanggung jawab dari media. Media tidak boleh bersumber dari informasi hoaks, media harus mengklarifikasi berita berita yang akan disajikan. Media harus membangun optimisme masyarakat melalui pemberitaanya.

Belakangan ini, kasus Covid-19 terus-terusan menakutkan pembaca, seakan tak ada lagi harapan Indonesia untuk menyelesaikan virus tersebut. New Normal hadir untuk membenahi itu semua, dengan adanya tatanan baru, media dapat memberikan konten yang mendorong masyarakat untuk selalu berpikir bahwa selalu ada harapan untuk menyelesaikan kasus Covid-19.

Media harus mengedepankan berita yang berdampak positif untuk masyarakat apalagi disituasi seperti saat ini. pemberitaan yang positif sangatlah membantu agar psikis masyarakat tidak terganggu. Melihat banyak masyarakat yang masih kurang akan literasi, disini media harus optimal mengambil peran sebagai pemberi literasi yang baik. Dengan demikian masyarakat akan benar-benar memahami berita yang disampaikan serta menjalankan New Normal dengan baik.

Oleh karena itu, media dapat berperan menumbuhkan sikap optimisme masyarakat untuk menjalani New Normal. Dengan pemberitaan yang sifatnya positif, sehingga masyarakat dapat optimal menjaga dan menjalani kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan selama New Normal guna membantu pemerintah dalam menangani serta menyelesaikan kasus virus corona tersebut

Berita Terkait

Tak Ada Lagi Alasan Tak Bisa Mengaji, Yayasan IGMN Hadirkan Belajar Al-Qur’an Gratis di 10 Wilayah Depok
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Revitalisasi Situ Kabantenan Agar Kendalikan Limpasan Air ke Permukiman
Supian Suri Soroti Pentingnya Jaga Kedaulatan Digital di Harkitnas 2026
RA Mumtaza Islamic School Gelar Big Fieldrtip Taman Safari Indonesia Tahun 2026
SPMB 2026–2027 RESMI DIBUKA! Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago (Akreditasi B)
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Ikuti Festival Hari Bumi 2026 Bersama 55 Santri dan Guru
Daftar Tanggal Merah Mei 2026, Ada Banyak Long Weekend !!!
Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:55 WIB

Tak Ada Lagi Alasan Tak Bisa Mengaji, Yayasan IGMN Hadirkan Belajar Al-Qur’an Gratis di 10 Wilayah Depok

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:26 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Karya Wisata ke Cirebon Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 18 Mei 2026 - 11:58 WIB

SMP Budhi Warman Goes To Yogyakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:26 WIB

Drama Contest Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago : Sarana Berlatih Bahasa dan Seni Peran Santri & Santriwati

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:14 WIB

CV Dirgantara Sejahtera Bersama Menjadi Sponsorship Kegiatan Sosial “Bekam Gratis & Bazar Baju Gratis 2026” Untuk Warga Panggulan Pengasinan Sawangan Depok

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:55 WIB

Pos Ronda RT 02 RW 05 Panggulan Pengasinan Sawangan Kompak Gelar Syukuran 1 Tahun Atas Terlaksananya Kegiatan Ronda Malam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:34 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Karya Wisata City Tour Jakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:08 WIB

Kajian Sabtu Pagi (KSP) Pesantren Leadership Primago Tentang Kekuatan Niat: Mengubah Rutinitas Pondok Menjadi Ibadah Menuju Pribadi Yang Produktif Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Berita Terbaru