Siaranjabodetabek.com-Seperti tidak ada lelahnya bagi BKKBN Jawa Barat mendorong agar Pemkab maupun Pemkot di Jawa Barat untuk bebas Stunting.
Kali ini Bersama Mitra dari Komisi IX DPR RI, Drg. Puti Sari BKKBN menggelar sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting dan pencegahannya di desa Setia Laksana, Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi.Rabu, 5 Oktober 2022.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Dr.Fajar Firdawati selaku Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus BKKBN RI, dan Angela Sri Melani Winyarti SE. MM kordinator Bidang Latbang BKKBN Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Drg. Puti Sari seperti yang dibacakan oleh staf Ahlinya yaitu Dr. Dedi mengungkapkan BKKBN bukan melulu membicarakan soal Alkon tetapi BKKBN bersama komisi IX selalu memikirkan bagai mana masyarakat Indonesia anak keturunan nya terbebas dari ancaman Stanting (gagal tumbuh).
Oleh karena itu dirinya mengharapkan kepada ibu ibu yg memiliki anak bayi, Agar giat memeriksakan anaknya ke puskemas atau ke Posyandu agar perkembangan kesehatan anak dapat terkontrol.
Sementara itu dr Fajar Firdawati. Bahwa ancaman utama stunting bagi anak bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya. Melainkan juga terganggu perkembangan otak nya, yang akan sangat mempengaruhi kemampuan dan fisiknya disekolah.
serta produktivitas dan kreativitas di usia produktif. masalah perempuan yang pada masa remajanya tidak tercukupi kebutuhan Gizi nya dan hamil atau melahirkan diusia muda. Memiliki potensi untuk melahirkan anak Stunting
Oleh karena itu sedini mungkin kita bisa mendeteksi penyebab stunting. Diantaranya jangan sampai kurang pengetahuan tentang kesehatan, dalam hal ini soal gizi, sebelum dan sesudah kehamilan. Karena Menurut dr fajar Bayi 60 % dari usia 0 s/d 6 bulan tidak mendapatkan ASI Ekslusif dan 2 dari 3 anak usia 0 s/d 24 bulan tidak menerima MP ASI
”Salah satu bentuk intervensi stunting adalah pemberian makanan bergizi seimbang bagi keluarga beresiko stunting dengan optimalisasi bahan pangan lokal” Kata fajar
Sementara itu Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB ppemkab Bekasi Drs Jainih MM mengatakan. Bahwa Kabupaten Bekasi bertekat akan melakukan usaha maksimal sehingga Kabupaten Bekasi menjadi Zeroo Stanting ( bebas dari stunting ). Sebagai mana cita cita Pusat maupun Provinsi Jabar. Yang tidak bosan nya memberikan pencerahan ke masyarakat tentang pencegaha stunting
”Stunting itu bukan suatu penyakit yang menakutkan. Cuma ambil istilah gagal tumbuh. ” Jelas Jainih
Lebih jelas dikatakan. Bahwa istilah gagal tumbuh itu. Berat bayi kurang dari standar. Sehingga mempengaruhi tinggi tubuhnya. Seharusnya bayi berusia 1 tahun itu memiliki berat tubuh sekita 10 kilo gram atau serendahnya 8 kilo gram. Yang dihitung melalui rumus 1 x 2 + 8 (umur satu tahun dikali dua ditambah 8). Kata nya.








