Lagi! Senat AS Gagal Batasi Wewenang Perang Donald Trump Terhadap Iran

- Penulis Berita

Kamis, 16 April 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya parlemen Amerika Serikat untuk mengerem langkah militer Presiden Donald Trump terhadap Iran kembali menemui jalan buntu. Dalam pemungutan suara terbaru yang digelar Rabu (15/4/2026), Senat AS gagal meloloskan resolusi pembatasan wewenang perang presiden untuk keempat kalinya. Hasil pemungutan suara menunjukkan angka 47-52, di mana mayoritas pendukung berasal dari Partai Demokrat, sementara Partai Republik tetap solid memberikan dukungan kepada kebijakan Trump di Timur Tengah.

​Kegagalan ini terjadi di tengah tensi tinggi pasca-operasi militer gabungan AS-Israel yang berlangsung sejak akhir Februari lalu. Meski gencatan senjata baru saja disepakati pekan lalu, para pendukung resolusi menilai tindakan Trump selama ini inkonstitusional karena melangkahi hak eksklusif Kongres dalam menyatakan perang. Sebaliknya, pihak Gedung Putih bersikeras bahwa setiap langkah militer yang diambil adalah bentuk pembelaan diri yang mendesak atas ancaman nyata Iran terhadap keamanan nasional AS.

​Senator Chris Murphy dari Partai Demokrat mengkritik keras sikap pasif Senat dalam melakukan pengawasan terhadap kebijakan perang yang dinilai tidak terarah tersebut. Dalam pernyataannya sebelum pemungutan suara, Murphy menyoroti kerugian besar yang harus ditanggung dunia akibat konflik ini. Ia mengecam bagaimana kepemimpinan mayoritas di Senat seolah menutup mata terhadap biaya perang yang fantastis serta dampak kemanusiaan yang ditimbulkannya.

​“Kita tidak boleh mengabaikan betapa luar biasanya kepemimpinan Partai Republik di Senat kita, yang menolak untuk melakukan pengawasan terhadap perang yang menelan biaya miliaran dollar AS setiap minggu. Perang telah menyebabkan hilangnya belasan nyawa warga AS, memicu perang regional di seluruh Timur Tengah, dan secara harfiah menghancurkan perekonomian di seluruh dunia,” tegas Senator Chris Murphy.

Berita Terkait

PELUANG EMAS! Wakaf 100 Buku + Gratis Pelatihan Bisnis untuk Siswa & Santri Untuk Pesantren di Kota Depok 2026
PMI Jakarta Utara Resmikan Lima Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah
Momentum Perjalanan 10 Tahun Primago, Lahir Wadah Ikatan Keluarga Alumni Primago (IKAGO) Tahun 2026
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok
Pemetaan Potensi SDM (Talent Mapping): Strategi Tepat Sasaran Membangun SDM Unggul di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor
2 Praktisi Talent Mapping Minat Bakat di Indonesia
Lebih dari 180 Siswa/i SMPIT Insan Kamil Cikarang Kabupaten Bekasi Ikuti Talent Mapping Dengan Primagen
Inspirasi Tanpa Batas: 3 Motivator Alumni Gontor Populer di Indonesia!

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:56 WIB

PELUANG EMAS! Wakaf 100 Buku + Gratis Pelatihan Bisnis untuk Siswa & Santri Untuk Pesantren di Kota Depok 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

PMI Jakarta Utara Resmikan Lima Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Momentum Perjalanan 10 Tahun Primago, Lahir Wadah Ikatan Keluarga Alumni Primago (IKAGO) Tahun 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Pemetaan Potensi SDM (Talent Mapping): Strategi Tepat Sasaran Membangun SDM Unggul di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lebih dari 180 Siswa/i SMPIT Insan Kamil Cikarang Kabupaten Bekasi Ikuti Talent Mapping Dengan Primagen

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Inspirasi Tanpa Batas: 3 Motivator Alumni Gontor Populer di Indonesia!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani

Berita Terbaru