Lloret de Mar, Spanyol – Kebanggaan Indonesia kembali berkibar di pentas dunia. Kali ini, SMA Pesantren Unggul Al Bayan berhasil membawa pulang trofi juara umum sekaligus medali emas dari ajang bergengsi Super Grand Prix 2025 yang digelar di kota Lloret de Mar, Spanyol. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa kesenian tradisional Nusantara mampu bersaing dan memenangkan kompetisi internasional bertaraf kerajaan.
Malam itu, tepatnya Minggu dini hari tanggal 26 Oktober 2025 pukul 02.00 WIB, suasana di area panggung berubah dramatis. Ketika panitia kontes mengumumkan nama SMA Al Bayan sebagai juara umum, ratusan pasang mata dari berbagai bangsa yang memadati venue langsung tertuju pada delegasi Indonesia. Sorak sorai kegembiraan pecah seketika, menggema di tengah dinginnya malam kota pesisir yang berdekatan dengan Barcelona tersebut.
Atmosfer yang semula sejuk berubah menjadi penuh kehangatan. Wajah-wajah bahagia terpancar dari setiap anggota Tim Misi Budaya Al Bayan. Emosi tak terbendung menyelimuti para siswa—ada yang berurai air mata haru, ada pula yang langsung bersujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur seorang Muslim. Momen kemenangan itu bukan hanya milik tim, tetapi juga kebanggaan seluruh rakyat Indonesia yang hadir menyaksikan.
Penampilan memukau Tari Saman Aceh yang penuh energi, kompak, dan serempak, dipadukan dengan alunan musik Angklung Jawa Barat yang merdu dan harmonis, berhasil memikat hati para juri internasional. Ratusan penonton dari berbagai negara turut memberikan standing ovation kepada Tim Misi Budaya Al Bayan. Kombinasi dua kesenian tradisional Indonesia itu terbukti menjadi senjata ampuh untuk menaklukkan panggung kompetisi budaya bertaraf dunia.
Sujud Syukur
Penampilan energik dan kompak dari Tari Saman, dipadukan dengan alunan harmonis musik Angklung, berhasil memikat hati para juri internasional. Atmosfer malam yang sejuk di kota dekat Barcelona itu seketika menghangat dengan sorak sorai kemenangan. Beberapa siswa bahkan tak kuasa menahan haru, ada yang menangis bahagia, ada pula yang langsung bersujud syukur.
“Ini pencapaian luar biasa. Kami menghadapi peserta dari berbagai negara yang sangat profesional dan juri yang sangat ketat,” ungkap salah satu pendamping tim.
Super Grand Prix merupakan kompetisi budaya internasional yang secara rutin diselenggarakan Pemerintah Kerajaan Spanyol. Tahun ini, kontes berlangsung selama enam hari, dari 22 hingga 27 Oktober 2025, di wilayah Costa Brava, Catalonia.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa. Para peserta mendapat kesempatan mengikuti kelas master, lokakarya, dan latihan bersama dengan para ahli internasional ternama. Bahkan, guru pendamping yang lulus kelas master berhak mendapat sertifikat bermaterai resmi Kerajaan Spanyol.
Kompetisi tahun ini diikuti lebih dari 30 grup dari berbagai negara, mencakup kategori instrumental, vokal, koreografi, pemain solo, hingga studio teater. Tim Al Bayan memilih berkompetisi penuh, tidak sekadar berpartisipasi dalam festival tanpa kompetisi.
From Zero To Hero
Yang membanggakan, para siswa Al Bayan sebelumnya sama sekali belum menguasai Tari Saman maupun permainan Angklung. Dalam persiapan menjelang keberangkatan, mereka menggandeng Tim Kinanthi Budaya yang beranggotakan dosen dan praktisi dari Jurusan Seni Musik dan Seni Tari Universitas Negeri Jakarta.
Dengan bimbingan para profesional tersebut, dalam waktu relatif singkat, 27 siswa kelas XI berhasil menguasai kedua kesenian tradisional Indonesia itu dengan sangat baik. Latihan keras berjam-jam membuahkan hasil manis berupa penampilan yang memukau panggung internasional.
Heriyanto, Direktur Pendidikan Yayasan SMA Al Bayan, sebelum keberangkatan berpesan agar para siswa menjaga akhlak dan perilaku selama di luar negeri. “Tunjukkan wajah Indonesia yang ramah dan wajah Muslim yang sejuk serta bersahabat,” pesannya.
Sementara itu, Deden Ramdani, Kepala Sekolah Al Bayan, menekankan pentingnya totalitas dan kekuatan doa dalam setiap langkah. “Jangan pernah menyerah dan berhenti sebelum meraih kemenangan,” motivasinya.
Pahlawan Budaya
Total 27 siswa kelas XI yang tergabung dalam Tim Misi Budaya Al Bayan Kinanthi Budaya adalah: Adinata Rifqy Setiawan, Ahmad Zaini Atthar, Almer Sheherezad Purwanto, Althaf Alghifary Juniari, Arazi Daffa Syarif Vidiaksana, Arsya Obama Zenar, Azka Dzaki, Azka Kaysan Kamil, Azka Putra Athalla, Fathan Dzaki Nugraha, Firas Izzata Dhiyaurrahman, Fransyah Hisam Husennio Fajar, Hanif Fillah Izzaty, Hanif Munir Prasetyo, Hibban Ahmad Arfarazi, Mohamad Arya Dewanta, Muhammad Azka Ghifari, Muhammad Behroz Ramadhan Alawi, Muhammad Faiz, Muhammad Fathan Rizqiullah, Muhammad Satrio Tisti, Nabiel Mohammad Rafif, Obiwan Saladeen Fathurahman, Omar Raditya Rukman, Ibrahim Fadhil Rasyid, Raden Kholid Raja Daud, dan Zawata Afnan Tahsin. Mereka didampingi dua guru pembimbing, satu pelatih Angklung, satu pelatih Tari Saman, serta dua official.
Prestasi ini membuktikan bahwa kesenian tradisional Indonesia memiliki daya tarik dan kualitas yang diakui dunia. Kerja keras, dedikasi, dan doa telah membuka jalan kemenangan, mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Kini, trofi juara umum dan medali emas Super Grand Prix 2025 telah tersematkan di dada Tim Misi Budaya SMA Al Bayan. Sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga keluarga besar, bangsa, dan negara Indonesia.








