Optimal Lakukan Sosialisasi, Anggota DPR RI Anton Surotto dan BKKBN Optimis Stunting akan Menurun di Kabupaten Bogor

- Penulis Berita

Jumat, 2 September 2022 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com-BKKBN Jawa Barat bersama mitra kerja kembali melakukan sosialisasi percepatan penurunan stunting di pendopo Cikeas mansion, Kabupaten Bogor, Jumat 2 September 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan ibu-ibu Posyandu, Kader PKK,  Srikandi Demokrat, kepala desa Ciangsana, dan BKKBN Kabupaten Bogor.

Meski dalam keadaan sakit anggota DPR RI komisi I, Anton sukartono Suroto memberikan sambutan via Zoom secara live streaming dan mengajak peserta yang hadir bersemangat menurunkan stunting di Kabupaten Bogor.

Menurut Anton sukartono Suroto Angka kemiskinan yang tinggi merupakan masalah kemiskinan yang ditandai oleh berbagai hal. Antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk terbatasnya kecukupan dan mutu pangan terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan gizi anak dan rendahnya mutu layanan pendidikan.

“Beberapa di antara akibat dari tingkat kesehatan yang rendah adalah kurang gizi dan memiliki banyak anak,” ujar Anton sukartono Suroto.

Dikatakannya istilah stunting mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat padahal masalah kesehatan satu ini cukup umum terjadi di Indonesia.

Berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia atau ssgbi menunjukkan bahwa prevalensi stunting provinsi Jawa Barat tahun 2021 mencapai 24,5%, yang mana angka ini di atas rata-rata prevalensi stunting Indonesia sebesar 24,4% pada tahun 2021.

“Perlu dilakukan upaya pemetaan kasus stunting hingga level desa agar bisa maksimal cakupan layanan penanganannya,” ujar Anton Suroto.

Sementara itu Ibu Juwana salah satu narasumber mengapresiasi kerja keras BKKBN Bogor yang terus berusaha menurunkan stunting di Kabupaten Bogor.

“Data tahun 2020 stunting di Kabupaten Bogor sebesar 12,6% lalu tahun 2021 turun menjadi 9,89%. Oleh karena itu mari kita terus berusaha agar supaya stunting di Kabupaten Bogor ini bisa sampai 0%,” ujar Juana.

Juana menegaskan dengan sehatnya generasi bangsa saat ini maka akan tercipta generasi emas Indonesia di masa mendatang.

Tak mau ketinggalan Dokter Wahidin selaku pemateri dari BKKBN Jawa Barat mengungkapkan keberhasilan program KB yang saat ini sudah dirasakan  Indonesia.

“Pengukuran program KB bisa dibilang berhasil karena tahun 1970 mayoritas penduduk Indonesia mempunyai 5-6 anak. Sedangkan saat ini mayoritas penduduk Indonesia mempunyai 2-3 anak,” ujar dokter Wahidin.

Dokter Wahidin pun menjelaskan gejala stunting pada anak kemudian dampak stunting pada anak dan bagaimana cara mencegah stunting.

“Stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak,” jelas dokter Wahidin.

Dr. Wahidin menambahkan Ada 3 Kondisi yang perlu dilakukan sebagai cara pencegahan stunting pertama yaitu sejak pra nikah, kemudian dilanjutkan ketika seorang ibu hamil dan terakhir pasca persalinan masa interval.

Dirinya menjelaskan lebih spesifik Hal yang dilakukan ketika pra nikah kepada calon pengantin yaitu memberi rajin memeriksakan diri 3 bulan sebelum menikah dan screening serta pembekalan kespro. Lalu ketika hamil sang ibu melakukan monitor pertumbuhan janin memberikan nutrisi vitamin bumil serta merencanakan KB PP dan Kespro.

Terakhir pencegahan stunting dilakukan pasca persalinan bagi seorang ibu yaitu mengikuti program KB PP dan Mai lalu pindah keluarga baduta atau balita PMT bagi kasus stunting dan bantuan bagi keluarga resiko tinggi stunting.

Di lain pihak ibu Yuyun salah satu peserta dari Kecamatan Parung Kabupaten Bogor merasa senang mengikuti kegiatan sosialisasi penurunan stunting.

“Saya sangat senang sekali mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh BKKBN bersama Bapak Anton Surotto karena dengan kegiatan ini saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang stunting yang bermanfaat untuk saya juga untuk masyarakat di lingkungan saya nanti karena saya akan menjelaskan kepada mereka tentang pentingnya pencegahan stunting ini,”pungkas ibu Yuyun.

 

Berita Terkait

Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tampil dan Hadiri Kegiatan Maulid Nabi di Majelis Ta’lim Al Muhajirin Depok
SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031
Praktisi Hukum Andi Tatang Supriyadi: “Polemik Pembelian Buku Istri Walikota Depok, Jangan Asal Menuduh Korupsi Tanpa Pembuktian Hukum”
Analisa Hukum For-WIN | Polemik Buku Istri Walikota Depok
Perkuat Identitas Sekolah, SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gandeng Konsultan Branding Sekolah Alumni Gontor.
RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Pantau KDKMP Grogol, Supian Suri Pastikan Program Kebutuhan Pokok Murah Berjalan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Rasakan Banyak Manfaat, Warga Sukatani Tapos Ingin Wisata Keberagaman terus Berlanjut

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Ogah Ribet, RW Baktijaya Minta Dana Rp300 Juta Masuk Skema Hibah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Calon Ketua Umum HIPPI Kota Depok Beserta Calon Pengurus Memperkuat Konsolidasi Bersama Ketua DPD HIPPI Jawa Barat Sebelum Pelantikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pelatihan Gasing di Depok Soroti Mental Siswa Saat Belajar Matematika

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Aksi Konyol Maling Motor di Pancoran Mas Depok: Alih-alih Dinyalakan, Motor Curian Malah Digotong Berdua

Berita Terbaru