SiaranJabodetabek – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap sejumlah pembahasan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan 22 pengusaha anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). “Banyak ya. Itu kan, sebagaimana selalu kami sampaikan bahwa Bapak Presiden membuka ruang komunikasi dengan semua pihak, dan alhamdulillah tadi malam beliau berkesempatan berdiskusi dengan para pengusaha,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2025).
Prasetyo mengatakan, Presiden RI juga mendapat banyak masukan dari para pengusaha. Masukan yang disampaikan oleh para pengusaha terkait peran sektor swasta, pengusaha, dan pemerintah ini harus berjalan beriringan.
itu disepakati bahwa sektor swasta yang kuat, maju, terus harus kita bantu, kita dorong. Karena salah satu kunci ekonomi adalah di teman-teman swasta, teman-teman pengusaha ini,” imbuhnya. Lebih lanjut, Prasetyo merincikan poin-poin yang dibahas misalnya terkait upaya mengembangkan sektor-sektor padat karya hingga cara agar Indonesia bisa bersaing di tingkat global.
Bagaimana kita lebih kompetitif dalam hal misalnya industri tekstil, industri garmen, industri sepatu. Bagaimana kemudian kita menyatukan persepsi bahwa kita harus juga berpikir untuk berkompetisi di tingkat global. Karena persaingan bisnis kita tidak bisa hanya, hanya mengandalkan captive market di dalam negeri,” ungkap Prasetyo. Padahal, Indonesia juga unggul untuk berkompetisi di tingkat global.
Sementara beberapa negara tetangga lain mengambil pangsa pasar tersebut, yang sebenarnya itu merupakan keunggulan kompetitif negara kita juga,” kata dia lagi. Sebagaimana diketahui, momen Prabowo beraudiensi dengan 22 pengusaha Apindo diunggah lewat akun @presidenrepublikindonesia. Pertemuan ini berlangsung di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 18.50 hingga 22.00 WIB itu berjalan hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya sektor industri memberikan manfaat nyata bagi rakyat serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.








