Depok, Siaranjabodetabek.com – Calon Wali Kota Depok nomor urut 2, Supian Suri, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur di Kota Depok. Ia menetapkan empat prioritas utama pembangunan jalan yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas sekaligus mengurangi kemacetan.
“Minimal ada tiga prioritas, yaitu jalan raya dari Terminal Jatijajar menuju Jalan Raya Tapos, pelebaran Jalan Raya Sawangan-Bojongsari, serta meneruskan Jalan Juanda menuju Kukusan. Namun, prioritas utama (Juanda-Kukusan), adalah menyelesaikan terusan Jalan Juanda hingga ke gerbang Rumah Sakit UI,” tutur Supian Suri, saat meninjau lokasi jalan terusan Juanda-Kukusan di Kemirimuka, Beji, Selasa (19/11/2024).
Supian Suri menilai, akses langsung menuju Rumahnya Sakit UI sangat mendesak untuk direalisasikan. Hal ini akan memudahkan masyarakat, terutama pasien, agar tidak perlu melewati jalur memutar melalui gerbang utama Universitas Indonesia (UI).
“Kondisi jalan yang ada sekarang tidak ramah untuk orang sakit, apalagi dengan adanya garis kejut,” jelasnya.
Dirinya juga menyoroti pentingnya pelebaran Jalan Raya Sawangan-Bojongsari yang sering dikeluhkan warga. “Pelebaran jalan (Sawangan) ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Kalau kita membangun flyover, ekonomi di bawahnya akan mati. Kita harus menjaga estetika dan keberlangsungan usaha warga di sepanjang jalan tersebut,” tegas Supian Suri.
Supian Suri menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan keberlanjutan ekonomi warga sekitar dalam setiap proyek infrastrukturnya. “Kita tidak hanya membangun jalan, tapi juga menjaga perekonomian warga yang tumbuh di sepanjang jalan tersebut,” ujarnya.
Jalan Raya Cinere juga masuk dalam prioritas utama. Supian Suri berencana menjadikan jalan tersebut dua jalur hingga ke gerbang Tol Limo. “Akses dari UPN ke gerbang Tol Limo atau ke Gandul akan jauh lebih lancar jika ini terealisasi,” tambahnya.
Selain itu, dirinya menyoroti kemacetan di Jalan Kartini yang menjadi keluhan warga. Supian Suri menawarkan solusi berupa pembangunan shuttle untuk ojek online (ojol) serta fasilitas penataan angkutan kota (angkot). “Ini akan menjadi solusi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga,” pungkasnya.








