RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

- Penulis Berita

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com –  Jakarta, 20 Oktober 2026 – Universitas Indonesia bersama Yayasan Rumah Berbagi dengan Hati, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta dan Unit Pengelola Rumah Susun III (UPRS III), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan pelatihan pada 18 Oktober 2026 sebagai acara utama dari rangkaian pengabdian masyarakat (Pengmas) bertemakan Peningkatan Keterampilan Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital pada Kegiatan RusunPreneur.

Kegiatan ini dilakukan di Rusunawa Nagrak, Jakarta, dan diikuti oleh 40 peserta dari warga UPRS III. Dalam kegiatan ini, para peserta diasah kemampuannya dalam produksi frozen food dan totebag, yang menggunakan Teknik Suminagashi. Lewat pelatihan tersebut, diharapkan RusunPreneur bisa meningkatkan taraf hidup warga agar semakin sejahtera.

Perumahan dan permukiman merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Dengan semakin bertambahnya penduduk, sedangkan lahan yang tersedia sangat terbatas, maka pembangunan perumahan horizontal semakin terbatas dan cenderung pindah ke pinggir kota besar. Pembangunan rumah susun merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah perumahan dan permukiman terutama di daerah perkotaan yang penduduknya terus meningkat.

RusunPreneur adalah program pemberdayaan dan pelatihan wirausaha gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi warga penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Beberapa contoh pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan membuat produk kuliner (seperti pembuatan bakso dan olahan lainnya), pelatihan kerajinan tangan seperti merajut dan menganyam, pelatihan membatik, dll.

Kegiatan Pelatihan Non Kuliner

Tujuannya adalah untuk mendapatkan kemandirian ekonomi, membantu warga rusun memiliki keterampilan dan semangat wirausaha agar tidak hanya bergantung pada hunian, tetapi juga menghasilkan pendapatan dari rumah, pemberdayaan keluarga melalui peningkatan taraf hidup masyarakat, terutama ibu-rumah tangga. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur (Ingub) No. 131 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pengelolaan Rusunawa di Provinsi DKI Jakarta hingga ke pelaksanaan pengembangan koperasi untuk mendorong para peserta pelatihan agar saling mendukung dan mengembangkan usaha bersama ke depannya.

Acara pembukaan diawali sambutan oleh Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat dari Universitas Indonesia, Dr. Renny Nurhasana menyatakan bahwa Civitas Akademika mengharapkan warga rusun untuk selalu semangat dalam melakukan wirausaha memperbaiki perekonomian dan kesejahteraan keluarga, serta mendukung suksesnya RusunPreneur.

Hal ini dapat dilakukan lebih solid dengan bermitra antara pemerintah, universitas, warga rusun, dan koperasi. Dr. Renny menjelaskan dalam kesempatan ini, produk yang diajarkan dalam pelatihan adalah membuat “frozen food” dan “lukisan totebag dengan Teknik Suminagashi”.

“Frozen food dibutuhkan oleh banyak keluarga, terutama yang dibuat “handmade” dari komunitas warga rusun, pastinya dapat mengkontrol apa saja bahan yang lebih sehat untuk dikonsumsi. Sedangkan produk totebag dengan Teknik Suminagashi adalah teknik melukis yang masih jarang diajarkan, memberikan kesempatan para warga rusun yang menyukai seni untuk mengekspresikan bakatnya dalam menghasilkan produk unik yang akan dipasarkan di masyarakat,” tutur Renny.

Yayasan Rumah Berbagi dengan Hati, dibawah kepemimpinan Dra. RR. Tri Palupi Prihendah Purwatuti melaksanakan pelatihan dengan 21 tim pelatih sukarelawan, yang menggeluti hobi di bidang kuliner dan non-kuliner. Tim yang terdiri dari berbagai latar belakang profesional seperti profesi dosen, pekerja swasta, wirausahawan/wati, sampai ke Ibu Rumah Tangga sudah 11 tahun melaksanakan kegiatan berbagi terutama di bidang kuliner.

Dengan sigap sepenuh hati, pelatih untuk frozen food mengajarkan pembuatan Honey Chicken Wings, Chicken Nuggets, Kaki Naga Ayam, dan Chicken Egg Rolls, bersamaan waktunya dengan pembuatan lukisan pada totebag dengan Teknik Suminagashi. Pada pelatihan kuliner, tidak hanya proses pembuatan saja yang diajarkan, tetapi juga mengenai sanitasi dan kebersihan, evaluasi rasa tekstur, ketahanan produk pasca pembekuan, pengemasan dan labelling, pemotretan produk, dan penentuan harga jual.

Foto Kegiatan Pelatihan Kuliner

“Yayasan Rumah Berbagi dengan Hati seringkali bermitra dengan pemerintah dan rusun-rusun untuk kegiatan seperti ini, dan Bapak Ibu yang mengikuti acara ini didoakan selalu semangat untuk mencoba, mengulang kembali materi pelatihan, dan membuat mandiri untuk keperluan wirausaha nanti. Pastinya, kesempatan ini tidak datang dua kali sehingga perlu keseriusan untuk maju bersama,” pesan Ibu Tri Palupi pada peserta.

Kepala UPRS III Rorotan, Dra. Vita Nurviatin, M. AP, menyambut dengan baik pelatihan semacam ini di rumah susun yang dipimpinnya. Jumlah keluarga dibawah UPRS III adalah 1.738 kepala keluarga dan 6.731 jiwa.

“Pelatihan kuliner dan non-kuliner sangat dibutuhkan di komunitas rumah susun, terutama dibawah UPRS III. Kesempatan juga tidak selalu hadir secara rutin sehingga peluang sangat baik atas kegiatan semacam ini perlu dipertahankan keberlanjutannya,” ujar Vita Nurviatin.

Harapan beliau adalah kegiatan pelatihan tidak berhenti pada hari ini, melainkan akan muncul wirausaha/wati yang akan meramaikan RusunPreneur kedepannya. Salah satu caranya adalah dengan menghidupkan usaha kuliner dan non-kuliner melalui bentuk usaha koperasi. Di Nagrak, sudah ada koperasi yang berjalan bernama “Koperasi Konsumen Mitra Nagrak Sejahtera”. Ketua koperasi, yang juga Ketua RW setempat, Bapak Hartawan Pandjaitan berkomitmen untuk mendukung warganya melangkah berproduksi, dimulai dari latihan kembali materi pelatihan ini.

Hasil Pelatihan Kuliner – Membuat Frozen Food

“Sebelumnya, kami sudah berhasil memproduksi Bakso dan Siomay Nagrak. Produknya sudah kami jual melalui koperasi dan sudah banyak perkembangannya sejak pelatihan pembuatan bakso, serupa dengan kegiatan pelatihan frozen food, sehingga kami optimis untuk melangkah,” ucapnya.

Perwakilan dari Dinas PPKUKM yang hadir di acara adalah Kepala Seksi IKM Bidang Perindustrian Dwityo Agung Darpito S.T., M.M. yang menekankan acara ini perlu dijaga kesinambungannya baik secara kuantitas dan kualitas. Kutipan dari beliau “RusunPreneur juga perlu untuk menjaga kualitas produk agar dapat bersaing di masyarakat dan mendapatkan kepercayaan jangka panjang, oleh karenanya bergabung dalam organisasi yang ada naungan secara formal sangat dibutuhkan dalam menjaga kuantitas dan kualitas produk”.

Hasil Pelatihan Kuliner – Membuat Frozen Food

Dinas PPKUKM telah melaksanakan kegiatan semacam ini dengan banyak mitra, model pelatihan, dan jenis produk untuk mendorong warga rusun lebih berdaya.

Peserta pelatihan, Lia Wahyu Ningsih mengatakan bahwa Ilmu membuat frozen food adalah peluang omzet baru bagi bisnisnya.

“Saya belajar teknik pengemasan vakum, pembekuan yang tepat, serta manajemen stok agar produk saya bisa menjangkau pasar yang lebih luas hingga keluar kota. Saya optimis akan dapat membuat penjualan produk ini, selain produk bakso yang Alhamdulillah sudah best seller saat ini,” tutur Lia.

Hasil Pelatihan Kuliner – Membuat Frozen Food

Peserta lain yang membuat totebag dengan Teknik Suminagashi juga mengatakan, kegiatan ini menyenangkan dan memicu kreativitas karena mengalirkan tinta di atas air itu melatih kita untuk fokus dan ikhlas menerima hasil seni yang unik.

“Saya termotivasi untuk membagikan ilmu ini ke anak-anak didik saya di PAUD,” ucap Umi Hanik.

Keduanya merupakan warga Rusun Nagrak yang sudah tinggal lebih dari 5 tahun.

Acara ditutup dengan materi penting lainnya yaitu “Pelatihan Pemasaran pada Media Digital: Sosial Media, Grup WA, Pre-Order”.

Narasumber Satria Permana, M.Si. menjelaskan bahwa narasi cerita per individu sangat bisa menjadi tema pemasaran, salah satu kuncinya adalah dengan konsisten dan kreatif. Narasumber menjelaskan pemasaran perlu dilaksanakan dengan profesional, memisahkan akun individu dengan akun bisnis karena akan menghasilkan algoritma pesan yang berbeda.

Dr. Renny Nurhasana menambahkan, pada penutupannya bahwa pengabdian masyarakat adalah kewajiban tridharma dosen melalui Universitas Indonesia yang ditargetkan mendapatkan SROI (Social Return on Investment) untuk masyarakat.

Pelatihan yang menghasilkan wirausahawan/wati yang sukses akan mendorong nilai SROI ini lebih berkah, bermanfaat dan berdaya saing tinggi, dan pada akhirnya mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan yang direncanakan.

Berita Terkait

Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif
DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia
SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gelar Workshop Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor.
SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Terpadu Al Ikhwan Tasikmalaya Gandeng PRIMAGO Consulting dalam Pengembangan Sekolah
PT Mustika Ratu Tbk bawa Kepedulian dan Dukungan Pendidikan Untuk Anak-ana Manggarai NTT
Warisan Jamu Nusantara Dibawa ke Pasar Modern, Mustika Ratu Andalkan Inovasi
Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:27 WIB

RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB

DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:37 WIB

SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gelar Workshop Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor.

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:40 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Warisan Jamu Nusantara Dibawa ke Pasar Modern, Mustika Ratu Andalkan Inovasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Berita Terbaru