Siaranjabodetabek.com – Rasa takut terhadap matematika menjadi salah satu perhatian dalam pelatihan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang digelar di SMAN 4 Depok, Rabu (7/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, guru didorong memahami kondisi mental siswa sebelum memberikan materi matematika. Anak diharapkan berada dalam kondisi nyaman, tidak cemas, dan tidak takut ketika mengikuti pembelajaran.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Mawad Mahbudin, mengatakan kesiapan mental siswa merupakan bagian penting dalam proses belajar.
“Jadi kesiapan mental anak itu harus disiapkan sebelum belajar. Tidak boleh cemas, tidak boleh takut, harus dalam keadaan senang,” ujarnya.
Menurut Mawad, pendekatan tersebut menjadi salah satu hal yang diterapkan dalam metode Gasing. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berusaha membangun persepsi positif siswa terhadap matematika.
Ia mengatakan masih banyak siswa yang menganggap matematika sebagai pelajaran sulit. Kondisi itu menjadi tantangan bagi guru untuk mencari pendekatan pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih berani mencoba.
“Belajar matematik itu mudah, gampang dan menyenangkan,” katanya.
Metode Gasing sendiri merupakan salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang menekankan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Pelatihan tersebut diikuti 163 guru dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Kegiatan berlangsung selama 15 hari, mulai 7 hingga 22 Oktober 2026, dengan jadwal pelatihan dari pukul 07.30 hingga 17.00 WIB.
Para guru nantinya diharapkan menerapkan metode yang diperoleh selama pelatihan di sekolah masing-masing.
Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran matematika diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghitung, tetapi juga mampu membangun kepercayaan diri siswa sehingga mereka tidak lagi memandang matematika sebagai pelajaran yang menakutkan.










