Uniknya Pembuatan Gula Tebu Tradisional di Puncak Lawang Kabupaten Agam

- Penulis Berita

Jumat, 24 Desember 2021 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabekk.com–  Berbicara tentang hewan kerbau di Puncak Lawang Kabupatem Agam Sumatera Barat, ada tradisi yang masih lestari sampai kini yaitu kilang tebu tradisional dengan mesin tenaga kerbau.

Tebu atau dalam bahasa inggris disebut sugar key adalah bahan baku gula atau vetsin tanaman jenis rumput rumputan ini memang memiliki kandungan gula sekitar lima hingga 10% di batangnya.

Kerbau yang digunakan untuk mengolah tebu biasanya kerbau jantan yang berukuran cukup besar. soalnya dibutuhkan tenaga cukup ekstra untuk mengangkat dan memutar mesin kilang ini. Setelah kayu pengungkit kilang di pasangkan pada punggung kerbau selanjutnya adalah memberikan kacamata untuk kerbau, tujuannya supaya kerbau berjalan secara konsisten tanpa belok ke kiri atau ke kanan.

https://siaranjabodetabek.com/baca/20211224/pengosongan-lahan-uiii-rampung-tanpa-kendala-di-hari-ke-2.html

Nah karena ga ada kacamata hitam seukuran mata kerbau makanya pakai batok kelapa ini. Prinsip kerja alat kilang ini sebenernya sederhana banget hanya dua silinder dengan gerigi yang saling menyatu makanya keduanya bisa saling memutar.

Tinggal masukan batang tebu ke dalam mesin kilang ini maka airgula akan keluar dari perasan batang tebunya aktifitas kilang tebu tradisional ini juga menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat luas bahkan warga dari Malaysia aja banyak yang sengaja datang kesini loh mereka suka protes kalo lagi ga ada kerbau yang sedang bekerja.

Air gula yang sudah terkumpul kemudian direbus sekitar  tiga jam lamanya, kalau disini tidak perlu cape cape mengaduk gula, karena ada besek yang diletakkan diatas wajan tujuannya untuk menampung buih hasil memasak gula tebu agar tidak sampai meluap.

Air gula harus dipanaskan karena didalam air gula ada juga kandungan air yang masih cukup banyak cara memisahkan antara gula dengan airnya adalah dengan direbus. Jika warna air tebunya sudah berwarna merah tanda nya sudah siap dicetak. Gula asal Lawang ini dikenal juga dengan sebutan Saka Lawang Saka artinya gula sedangkan Lawang adalah nama daerah asalnya.

Berita Terkait

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Islam, hingga Ihsan
DKM Baitul Kamal Buka Ruang Kreativitas Pemuda Depok Lewat Remaja Masjid
Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas
Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk : Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi Menuju Pasar Global
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:41 WIB

PT Atap Perkasa dan CV Citra Pratama Ajukan PKPU terhadap KSO PP-Urban Terkait Tagihan Proyek Museum KCBN Muarajambi

Kamis, 17 September 2026 - 08:32 WIB

PKBM PRIMAGO INDONESIA Mewakili Kota Depok pada Ajang Jambore Gema Tunas V PKBM Se Jawa Barat Tahun 2026

Kamis, 17 September 2026 - 08:21 WIB

Bagian dari Program Pendidikan, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Depok Ajak Santri Nobar Film ‘Istimewa’ di Margo City Depok

Senin, 14 September 2026 - 23:02 WIB

Bagian dari Pendidikan, Santriwati Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Nobar Film ISTIMEWA di Bogor Trade Mall

Jumat, 11 September 2026 - 21:41 WIB

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Selasa, 8 September 2026 - 20:22 WIB

Ar-Rahman Islamic School Gelar Kegiatan Workshop Budaya Kerja 2026 Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT)

Senin, 7 September 2026 - 18:24 WIB

SMK BUDHI WARMAN II Gelar LDKMB bersama Dirgantara Outbond Training Depok Tahun 2026

Senin, 7 September 2026 - 10:56 WIB

PMI Jakarta Utara Bagikan Masker kepada Pengendara, Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Berita Terbaru

berita

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:41 WIB