Kemenperin Optimalisasikan TKDN

- Penulis Berita

Minggu, 25 April 2021 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com- Kementerian Perindustrian terus mendorong optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada setiap produk industri nasional.

Tujuannya, selain untuk memacu daya saing, juga mendukung produktivitas bagi sektor pembuat komponennya.

“Langkah optimalisasi teknologi ini sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk menaikkan nilai TKDN menjadi 50% pada tahun 2024 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Sabtu (24/4). Dikutip dari keterangan resmi.

Doddy menegaskan, seluruh satuan kerja (satker) di bawah binaannya siap melayani industri dalam negeri untuk memenuhi pengoptimalan TKDN produknya, baik itu melalui optimalisasi teknologi rekayasa proses dan rekayasa bahan baku.

“Jadi, akan meningkatkan penggunaan bahan baku sumber daya alam lokal atau hasil industri hulu lokal,” jelasnya.

Salah satu satker BSKJI Kemenperin, yakni Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand Industri) Banjarbaru (BRSBB) telah berhasil menyediakan substitusi pemenuhan bahan baku dari clay impor dengan clay lokal (kaolin) dari Pulau Belitung yang diterapkan pada produksi lembaran rata kalsium silikat. Inovasi ini merupakan bentuk sinergi antara BRSBB dengan PT Sinar Nusantara Industries (PT SNI) melalui kerjasama magang industri dan layanan jasa optimalisasi teknologi industri.

“Melalui kolaborasi tersebut, BRSBB berhasil menunjukkan bahwa kualitas lembaran rata kalsium silikat yang dihasilkan dengan bahan kaolin Belitung sebanding dengan kualitas produk serupa dengan bahan clay impor,” ungkap Doddy.

Kaolin merupakan mineral tanah liat yang penting digunakan di sektor industri. Sementara itu, lembaran rata kalsium silikat digunakan sebagai komponen bahan bangunan meliputi dinding, partisi, plafon, listplank, lantai ataupun penggunaan lainnya baik di dalam maupun di luar ruangan.

Saat ini, nilai impor bahan clay terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018, total impor clay dari seluruh negara sebesar 81.427 ton atau senilai USD40,9 juta, turun menjadi 74.758 ton atau senilai USD42 juta pada 2019, dan turun lagi menjadi 56.195 ton atau senilai USD22,6 juta pada tahun 2020.

Substitusi clay impor dengan clay lokal akan membawa penurunan nilai impor sebesar USD579.104 atau setara Rp8,37 miliar per tahun. Nilai ini merupakan kebutuhan clay dari pabrik PT SNI di Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan yang mencapai 1.440 ton per tahunnya.

“Di masa mendatang, rekayasa proses ini diharapkan dapat mendorong substitusi impor bahan baku clay untuk menguatkan struktur industri dalam negeri dan menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri domestik,” papar Doddy.

Kepala BRSBB Budi Setiawan mengemukakan, kolaborasi BRSBB dengan PT SNI ini telah berlangsung sejak tahun 2018.

“Percobaan pertama aplikasi clay impor dengan clay lokal pada lembaran rata kalsium silikat dilaksanakan pada skala laboratorium di BRSBB. Setelah itu, kemudian diujicobakan pada skala penuh di lini produksi PT SNI dan mendapatkan hasil yang memuaskan,” ungkapnya.

Menurut Budi, berdasarkan hasil pengujian, kualitas lembaran rata kalsium silikat dari bahan baku clay lokal sudah mampu kompetitif dengan produk serupa yang terbuat dari bahan baku impor. “Hal ini sudah teruji dengan parameter sifat fisika, sifat mekanika, bentuk dan sifat tampak, serta uji ketahanan panas atau hujan,” sebutnya.

Berita Terkait

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Islam, hingga Ihsan
DKM Baitul Kamal Buka Ruang Kreativitas Pemuda Depok Lewat Remaja Masjid
Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas
Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk : Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi Menuju Pasar Global
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:22 WIB

Ar-Rahman Islamic School Gelar Kegiatan Workshop Budaya Kerja 2026 Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT)

Senin, 7 September 2026 - 18:24 WIB

SMK BUDHI WARMAN II Gelar LDKMB bersama Dirgantara Outbond Training Depok Tahun 2026

Senin, 7 September 2026 - 10:56 WIB

PMI Jakarta Utara Bagikan Masker kepada Pengendara, Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:44 WIB

PRIMAGEN: Solusi Komprehensif untuk Pengembangan Mahasiswa Berkelanjutan!

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pimpin Sekolah Berkualitas: Mulai dari Memahami Potensi Genetik Setiap Siswa Bersama PRIMAGEN

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinas Pendidikan Kota Depok Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi SPNF Se-Kota Depok di PKBM Primago Indonesia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:05 WIB

PKBM Primago Indonesia Ikuti Kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) Pramuka Kwarran Limo Depok Tahun 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:56 WIB

PELUANG EMAS! Wakaf 100 Buku + Gratis Pelatihan Bisnis untuk Siswa & Santri Untuk Pesantren di Kota Depok 2026

Berita Terbaru