Membangun Pribadi Unggul dengan Berpuasa

- Penulis Berita

Kamis, 21 Maret 2024 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com – Pribadi unggul (personal excellence) dapat diraih dengan berpuasa. Seorang muslim dapat bertransformasi menjadi mukmin. Dengan berpuasa seorang mukmin berpeluang jadi muttaqin.

Baik muslim, mukmin, dan muttaqin adalah entitas pribadi unggul (personal excellence) dari tingkat umum, khusus, hingga super khusus. Pertanyaannya, puasa seperti apa yang dapat membangun pribadi unggul?

Di dalam al-Qur’an, Allah memuji seorang muslim yang berpuasa dengan julukan pribadi mukmin. Allah meyakinkan bahwa berpuasa juga dapat menaikkan seorang mukmin jadi muttaqin.

Dalam magnum-opusnya, yakni kitab Ihya Ulumuddin, Imam al-Ghazali memberi informasi bahwa puasa itu seperempat iman. Bagaimana perhitungan matematiknya?

Imam al-Ghazali menjawab dengan mengutip dua hadits Nabi. Pertama, “Puasa itu separuh sabar”. Kedua, “Sabar itu separuh iman”. Jadi antara puasa dan iman ada sabar.

Dengan kata lain, puasa yang dapat meningkatkan pribadi unggul adalah yang dilaksanakan dengan sabar. Menariknya, secara leksikal, puasa itu bermakna sabar. Puasa dan sabar sama-sama berarti menahan.

Di dalam al-Qur’an, Allah memuji pribadi yang sabar ini. “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas” (QS. al-Zumar/39: 10).

Kaitan puasa dan sabar terkonfirmasi dalam hadits qudsi, yakni sama-sama beroleh pahala tanpa batas dari Allah, “Sungguh puasa itu untuk-Ku. Aku yang akan memberi pahalanya (tanpa batas)” (HR. Bukhari).

Tak pelak, informasi otentik dan otoritatif ini memperteguh bahwa puasa dan sabar dapat menempatkan pribadi muslim jadi mukmin, dua entitas pribadi unggul.

Pada tangga berikutnya, Allah juga meyakinkan kita bahwa puasa akan mengarahkan pribadi mukmin jadi muttaqin. Muttaqin adalah pribadi unggul yang memuncaki muslim dan mukmin.

Minimal ada empat ciri khas pribadi muttaqin, yakni tawakal, qanaah, wara, dan yakin. Pengejawantahan keempat ciri khas ini sangat dinanti di negeri ini. Inilah personal excellence (pribadi unggul), tingkatannya dan alternatif cara meraihnya.*

Oleh: Syamsul Yakin

Wakil Ketua Umum MUI Kota Depok

Berita Terkait

Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas
Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk : Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi Menuju Pasar Global
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah
Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Ketika Ikhtiar Bertemu dengan Keyakinan
Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok
Rohmat Rospari Gagas Fiqh Lingkungan untuk Kemajuan Depok, Sekretaris Dinas Pendidikan Nilai Layak Diterapkan di Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:06 WIB

7 Tokoh Alumni Pesantren yang Aktif Menjadi Narasumber Leadership di Indonesia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:01 WIB

5 Pembicara Profesional Untuk Pelatihan Leadership di Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:21 WIB

Urgensi Analisa Genetik dalam Pendidikan: Mengapa Sekolah, Pesantren, dan Perguruan Tinggi Perlu Menggunakan PRIMAGEN.id

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:42 WIB

Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas

Senin, 27 Juli 2026 - 13:52 WIB

Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk : Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi Menuju Pasar Global

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:56 WIB

Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:37 WIB

Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Ketika Ikhtiar Bertemu dengan Keyakinan

Berita Terbaru