Penghargaan Sulbar dalam SKDR KLB dan Wabah

siaranjabodetabek.com – Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan penghargaan terbaik satu dalam pelaksanaan sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR) penyakit potensial kejadian luar biasa (KLB) dan wabah di Indonesia.

“Sulbar meraih penghargaan terbaik 1 dalam SKDR penyakit KLB dan wabah Indonesia untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua,” kata Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Sulbar Dr. Nursyamsi R, di Mamuju, Rabu (5/10).

Beliau mengatakan, penghargaan tersebut diberikan Kementerian Kesehatan dalam pertemuan Nasional SKDR di Bekasi dan diikuti Dinas Kesehatan Provinsi dari 34 Provinsi di Indonesia.

Menurut dia, SKDR merupakan suatu sistem yang dapat memantau perkembangan tren suatu penyakit menular potensial KLB dan wabah dari waktu ke waktu dalam periode mingguan dengan berbasis komputer yang dapat menampilkan alert atau sinyal peringatan dini adanya peningkatan kasus penyakit melebihi nilai ambang batas di suatu wilayah.

“Dengan alert atau sinyal yang muncul pada sistem tersebut akan mengindikasikan sebelum terjadinya KLB yang mengharuskan petugas untuk melakukan respons cepat agar tidak terjadi KLB,” katanya.

Ia menyampaikan berdasarkan hasil website SKDR Provinsi Sulbar, pelaksanaan SKDR di Sulbar melebih target yang ada, yakni untuk kelengkapan pelaporan mencapai 100 persen dari target 90 persen, dan ketepatan laporan mencapai 97 persen dari target 80 persen, dan respon alert 100 persen dari target 80 persen.

Menurut dia, penyakit potensial KLB seperti malaria, demam dengue, leptospirosis, diare, kolera, difteri, antraks, rabies, campak, pertusis, masih merupakan ancaman penyakit di Indonesia.

“Penyakit tersebut apabila tidak dipantau dan dikendalikan maka akan mengancam kesehatan masyarakat Indonesia dan menyebabkan KLB yang lebih besar atau bahkan dapat menyebar ke negara tetangga lainnya,” katanya.

Sehingga Kementerian Kesehatan melaksanakan sejumlah sistem penanganan kesehatan yang di antaranya adalah SKDR.

News Feed