Presiden Filipina : Warga Filipina yang Tidak Mau Vaksin Covid-19, Suntik Saat Mereka tertidur

- Penulis Berita

Kamis, 14 Oktober 2021 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Edisi.co.id – Banyak negara di dunia yang masih sulit dalam menangani penyebaran virus Covid-19, salah satunya negara Filipina.

 

Kasus harian terinfeksi virus Covid-19 negara Filipina masih terbilang sangat tinggi.

 

Dilansir dari Google, jumlah kasus harian terinfeksi virus Covid-19 negara Filipina pada 12, Oktober 2021 mencapai 8.558 kasus baru warga yang terinfeksi virus Covid-19.

 

Dengan rata-rata dalam 7 hari terakhir negara Filipina mempunyai kasus baru Covid-19 10.043 yang terinfeksi.

 

Penyebab utama dari masih tingginya penyebaran virus Covid-19 di Filipina adalah, warga negara Filipina masih ragu untuk di vaksinasi.

 

Dalam upaya mengatasi keraguan dan takitnu masyarakat Filipina untuk menerima vaksinasi.

 

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memiliki rencana agar warga yang sebelumnya takut divaksin bisa mengubah keinginannya.

 

Rodrigo Duterte mempunyai usul dan rencana bagi warganya yang tidak mau di vaksinasi.

 

Usulan tersebut adalah menyuntikkan vaksin pada warga Filipina saat mereka tertidur lelap.

 

“Yang menolak vaksinasi, itu masalahnya. Anda harus mencari mereka di barangnya (lingkungan) Anda dan biarkan kami memvaksinasi mereka ketika mereka tidur,” ungkap Rodrigo.

 

“Jika mereka tidak ingin divaksinasi, biarkan kami pergi ke rumah mereka dan memvaksinasi mereka disana. Saya secara pribadi akan memimpin operasi itu,” sambung Rodrigo.

 

Filipina sendiri telah melakukan vaksinasi Covid-19 sejak bulan Maret dengan jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac.

 

Rodrigo juga mengaku bertanggung jawab terkait kegagalan Pemerintah Filipina yang sejak awal tahun gagal untuk mengamankan dosis vaksin Covid-19 yang cukup.

 

Rodrigo juga mengecam negara-negara kaya yang menimbun dosis vaksin dan meninggalkan negara-negara lain, salah satunya Filipina.

 

 

Tags : Presiden Filipina

Rodrigo Duterte

Vaksinasi

Berita Terkait

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Islam, hingga Ihsan
DKM Baitul Kamal Buka Ruang Kreativitas Pemuda Depok Lewat Remaja Masjid
Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas
Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk : Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi Menuju Pasar Global
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:56 WIB

PMI Jakarta Utara Bagikan Masker kepada Pengendara, Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:44 WIB

PRIMAGEN: Solusi Komprehensif untuk Pengembangan Mahasiswa Berkelanjutan!

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pimpin Sekolah Berkualitas: Mulai dari Memahami Potensi Genetik Setiap Siswa Bersama PRIMAGEN

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesona Square Mall Depok Tahun 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinas Pendidikan Kota Depok Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi SPNF Se-Kota Depok di PKBM Primago Indonesia

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:56 WIB

PELUANG EMAS! Wakaf 100 Buku + Gratis Pelatihan Bisnis untuk Siswa & Santri Untuk Pesantren di Kota Depok 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

PMI Jakarta Utara Resmikan Lima Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Momentum Perjalanan 10 Tahun Primago, Lahir Wadah Ikatan Keluarga Alumni Primago (IKAGO) Tahun 2026

Berita Terbaru