Ungkap Perihnya Cinta Tak Berbalas, Nadya Melty Rilis “Lerai”.

- Penulis Berita

Kamis, 15 Februari 2024 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com – Nadya Melty merilis lagu terbarunya yang berjudul Lerai, tentang perihnya cinta tak berbalas. Lagu tersebut relate banget dengan kisahnya sendiri, dan sangat mewakili dirinya. Muhammad Fadhli sengaja menulis lagu tersebut untuk dinyanyikan Nadya.

Nadya Melty mengatakan, Lerai adalah lagu ke tiganya. Label musik Ladofa Doredo meluncurkan lagu tersebut pada Rabu, 14 Februari 2024 di berbagai platform musik digital.

“Lagu Lerai sangat mewakili Nadya, karena Nadya pernah mengalami hal seperti lagu ini. Watak dari cerita lagu ini menceritakan tentang seorang perempuan yang keras hati, ia ingin berjuang sekeras mungkin,” kata Nadya.

Menurut Nadya Melty, lagu Lerai tentang seorang gadis yang memiliki perasaan yang besar, dan telah berjuang serta berkorban untuk orang yang ia cintai. Ia sangat berharap memilikinya, walaupun dirinya dianggap pasir, malahan debu. Tetapi karena waktu, ia pun akhirnya menyerah dan pergi untuk tidak berharap lagi.

“Lagu Lerai sangat menyentuh hati, sangat mewakili para remaja atau seusia Nadya yang sedang memiliki perasaan kepada seseorang, dan perjuangan kepada seseorang, tetapi perasaan itu tidak dibalas oleh orang yang ia cintai. Seperti contoh, loving someone secretly atau disebut mencintai secara diam-diam,” kata Nadya.

Nadya Melty juga mengatakan, lagu Lerai sangat cocok untuk remaja sekarang, karena genre musiknya pop, biasanya mereka sangat menyukai lagu pop. Apalagi lagunya juga membahas soal percintaan yang sesuai dengan usia mereka.

Nadya Melty, gadis kelahiran 6 Agustus 2005, tinggal di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Anak dari pasangan Meldi Susriyanti tersebut saat ini kelas dua di SMK Negeri 1 Padang Panjang.

Sebelumnya, Nadya telah merilis lagu Ajari Aku Syahadat (gubahan Muhammad Fadhli dari puisi karya Firdaus Abie yang diaransemen oleh Bima Wp), dan lagu Cintaku Sebuah Penantian (gubahan Muhammad Fadhli dari puisi karya Ustadz Moh. Ghufron Cholid yang diaransemen oleh R Doel di studio musik ST22).

Untuk rekaman vokal lagu Lerai, Nadya Melty pergi ke Padang yang berjarak lebih dari 76 kilometer dari tempat tinggalnya. Di Padang, Nadya rekaman di studio musik Soni Audeo. Di sana, Heru Erlangga yang mengarahkan vokal Nadya saat rekaman.

Nadya Melty senang dengan arahan Heru Erlangga saat menjalani proses rekam vokal. Banyak pengalaman baru didapatkan Nadya.

“Ilmu Nadya tentang teknik vokal jadi bertambah saat rekaman karena arahan dari Bang Heru, seperti cara pengucapan kata dengan jelas, tempo, masuk vokal, tinggi rendahnya nada suara, dan masih banyak ilmu lainnya,” kata Nadya.

Nadya Melty telah merilis lagu bergenre Pop Rock, dan Pop Melayu. Nadya mengaku punya tantangan sendiri untuk menyanyikan Lerai yang dikonsep Heru Erlangga dalam genre Pop Akustik bernuansa sinematik.

“Tantangan lagu ke tiga Nadya ini yaitu emosi, karena di reff itu nada suara menjadi tinggi saat melantunkan lirik: akhirnya orang kan membaca di belakang entah tertawa. Nah, pada part tersebut Nadya menjadi ingin rasanya menyampaikan dan mengungkapkan emosi dengan nada tinggi, tetapi itu tidak sesuai sama liriknya, dan tidak akan enak didengar. Beda dengan lagu sebelumnya, Nadya tidak mengalami masalah seperti ini. Hanya saja, Nadya terbiasa bicara cepat dan artikulasi kurang jelas,” kata Nadya.

Lebih lanjut, Nadya Melty mengatakan kesehariannya selain bernyanyi dan bersekolah biasanya setiap libur meluangkan waktu untuk berkerja. Nadya berkerja di laundry.

“Tujuan Nadya berkerja untuk membantu orang tua, untuk uang sekolah, atau lebih kurangnya Nadya bisa membiayai diri Nadya sendiri,” kata Nadya.

Berita Terkait

RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital
PT Mustika Ratu Tbk bawa Kepedulian dan Dukungan Pendidikan Untuk Anak-ana Manggarai NTT
Warisan Jamu Nusantara Dibawa ke Pasar Modern, Mustika Ratu Andalkan Inovasi
Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Kereta Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober 2026
Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini
PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:22 WIB

SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:19 WIB

KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Praktisi Hukum Andi Tatang Supriyadi: “Polemik Pembelian Buku Istri Walikota Depok, Jangan Asal Menuduh Korupsi Tanpa Pembuktian Hukum”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Identitas Sekolah, SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gandeng Konsultan Branding Sekolah Alumni Gontor.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:27 WIB

RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB

DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia

Berita Terbaru