Sejarah Awal Tradisi Munggahan Jelang Ramadhan

- Penulis Berita

Rabu, 6 Maret 2024 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com – Munggahan merupakan tradisi turun temurun masyarakat Sunda, yang dilakukan menjelang bulan Ramadan. Tradisi ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masuknya Islam ke Indonesia.

Kata munggahan berasal dari bahasa Sunda munggah yang berarti naik, kata ini memiliki simbolis yaitu naik ke derajat yang lebih tinggi yaitu bulan Ramadan yang dianggap sebagai bulan suci dan penuh berkah.

Tradisi munggahan sudah ada sejak abad ketujuh saat Agama Islam mulai masuk ke Tanah Sunda. Pada masa itu para penyebar agama Islam menggunakan tradisi lokal untuk mengenalkan ajaran Islam kepada masyarakat.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengaitkan tradisi munggahan dengan nilai-nilai Islam, tradisi munggahan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

Dari segi spiritual munggahan merupakan momen untuk membersihkan diri dari dosa dan mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadan, sedangkan dari segi sosial munggahan merupakan ajang silaturahmi dan Mempererat hubungan antar keluarga, kerabat,dan tetangga.

Tradisi munggahan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan seperti: ziarah ke makam leluhur, membersihkan masjid atau mushala, memandikan diri, berkumpul bersama keluarga, dan kerabat atau menyantap hidangan khas.

Meskipun zaman telah modern, namun tradisi munggahan masih dilestarikan oleh masyarakat Sunda, tradisi ini menjadi salah satu identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berita Terkait

Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Kereta Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober 2026
Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini
PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026
Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027
SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tua Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Kereta Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:57 WIB

PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:20 WIB

SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tua Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:30 WIB

KTP Sekarang Ada di HP, Mary Liziawati Imbau Warga Cimanggis Manfaatkan Layanan KTP Digital

Berita Terbaru