SiaranJabodetabek.com-Kenapa seorang santri menjadi calon pemimpin masa depan?
Kenapa seorang santri menjadi harapan masa depan dan harus bisa menjadi pemimpin?
Tentu, dari pertanyaan mendasar itulah kita tahu, bagaimana seorang santri itu di persiapkan sedemian rupa, 24 jam di bentuk karakternya, dibina, diarahkan, diawasi, disiplinkan serta dibiasakan dalam lingkungan yang baik dan juga positif, sehingga tidak heran bila kelak diharapkan menjadi pemimpin masa depan.
Program dipesantren ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan setiap program sebagai ruang pembinaan karakter dan kepemimpinan sejak dini, agar para santri tumbuh menjadi pribadi yang matang, percaya diri, dan mampu memimpin dengan akhlak.
Bagi santri yang telah beranjak dewasa atau setingkat SMA/MA para santri mendapatkan bekal keterampilan dan kompetensi kepemimpinan sebelum mengemban amanah organisasi serta menjadi teladan bagi adik kelasnya.
Dr Awaluddin Faj, M.Pd sebagai Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago mengatakan bahwa Tanpa pembinaan kepemimpinan sejak dini, individu berpotensi tumbuh menjadi pribadi yang pasif, tidak percaya diri, atau sebaliknya aktif namun tanpa kendali dan nilai, maka pelatihan dasar kepemimpinan menjadi bekal dan tidak hanya diarahkan untuk mencetak pemimpin yang piawai mengatur organisasi, melainkan menanamkan fondasi karakter, kedisiplinan, serta kesadaran peran diri sebagai santri.
Kepemimpinan di pesantren yang Berakar pada Akhlak disusun dengan pendekatan pembinaan personal atau intra-personal. Setiap Pesantren ingin membentuk santri yang memiliki kewibawaan moral dan wawasan kepemimpinan sebelum mereka terjun memimpin orang lain.
Maka, perlu adanya pelatihan akan dasar dasar kepemimpinan yang disiapkan agar para santri memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang prinsip dan ilmu-ilmu kepemimpinan. Program ini diorientasikan ke dalam diri setiap individu santri agar tampil dengan kewibawaan moral personal yang berakhlak mulia dan kewibawaan moral visioner yang berwawasan jauh ke depan.
Nilai itu dipandang penting agar ketika para santri memasuki masa kepengurusan sehingga mereka mampu menjalankan kepemimpinan secara interpersonal dengan etika, tanggung jawab, dan keteladanan.
Basic Leadership Training Program diselenggarakan sebagai tahap awal pembinaan kepemimpinan santri yang akan menjadi pijakan menuju jenjang kepemimpinan lanjutan di tingkat berikutnya serta dasar dasar kepemimpinan hingga pengendalian emosi remaja, ingat Kepengurusan bukan untuk menjadi penguasa.
Dr Awaluddin Faj, selalu mengutip ungkapan Arab Syubbanul yaum rijalul ghad (شبان اليوم رجال الغد), yang berarti “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.” Ungkapan itu menjadi pengingat bahwa kualitas generasi muda hari ini akan menentukan arah masyarakat pada masa mendatang.
Dalam sesi ini, santri dibekali kemampuan komunikasi, kreativitas, critical thinking, pengambilan keputusan, hingga semangat daya saing yang sehat.
Para santri diajak memahami hakikat organisasi sebagai ruang belajar tanggung jawab dan kerja sama.
Mau mengadakan kegiatan dasar dasar kepemimpinan dan organisasi bisa mengundang langsung Dr Awaluddin Faj, M.Pd, informasi program bisa hubungi WhatsApp: 0878-8998-3338









