DEPOK – Kecintaan terhadap batu akik menjadi bagian dari perjalanan hidup Abah Yana, penjual batu akik di Depok. Hobi yang telah digelutinya sejak muda itu merupakan tradisi keluarga yang diwariskan dari orang tua dan kini telah memasuki generasi ketiga.
Abah Yana mengatakan, dirinya sudah mengenal dan menggeluti dunia batu sejak masih muda. Kegemaran tersebut kemudian berjalan beriringan dengan aktivitas bisnis yang hingga kini masih dijalaninya.
“Kalau bicara lama, kita memang dari muda sudah main batu. Kesurunan dari orang tua. Kalau saya sudah generasi ketiga,” ujar Abah Yana.
Menurut Abah Yana, hobi dan bisnis batu terkadang memiliki perbedaan. Batu yang menjadi barang kesayangan belum tentu akan dijual meskipun mendapatkan tawaran dengan harga tinggi.
“Kalau hobi, barang kesayangan kita walaupun ditawar orang mahal, belum tentu kita jual,” katanya.
Pandan, Bacan hingga Kalimaya
Dalam koleksinya, Abah Yana menunjukkan sejumlah jenis batu akik, di antaranya pandan, Bacan, dan Kalimaya.
Untuk batu Kalimaya, ia menjelaskan bahwa harga tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jenis batu. Nilainya kembali pada kualitas masing-masing batu, termasuk karakter seperti jarong dan kembang yang terlihat pada batu.
“Kalau bicara nominal, yang harga itu kembali lagi ke kualitas batu sendiri. Lebih bagus lagi jarongnya, kembangnya,” jelasnya.
Selain batu akik, Abah Yana juga menyediakan cincin yang dapat disesuaikan dengan ukuran jari pembeli. Penyesuaian bisa dilakukan apabila ukuran cincin terlalu kecil maupun terlalu besar.
Batu Akik Perlu Dirawat
Abah Yana mengatakan batu akik juga membutuhkan perawatan agar kondisinya tetap terjaga. Salah satu cara yang dilakukannya adalah merendam batu secara berkala. Menurutnya, batu dapat direndam menggunakan air. Ia menyebut air hujan yang ditampung langsung dari tetesan hujan dapat menjadi salah satu pilihan untuk merendam batu.
Perendaman tersebut, kata dia, dilakukan agar batu tidak mudah kering dan tetap terjaga tampilannya sehingga tidak terlihat kusam. Selain itu, batu juga perlu dipoles secara rutin.
“Perawatan itu minimal batu harus direndam. Direndam air, kalau enggak air AC atau air hujan yang langsung. Biar batu juga enggak kering dan enggak kusam. Lalu sering dipoles,” tuturnya.
Batu Akik Berpeluang Jadi Investasi
Selain menjadi bagian dari hobi dan koleksi, batu akik juga dinilai memiliki peluang untuk dijadikan investasi.
Ketika ditanya mengenai potensi investasi batu akik dan permata di masa mendatang, Abah Yana menyebut peluang tersebut tetap ada. Ia mengatakan sudah banyak orang yang menjadikan batu akik maupun permata sebagai bagian dari investasi.
“Insya Allah bisa. Banyak teman-teman yang memang berinvestasi baik di batu akik maupun permata,” kata Abah Yana.
Meski demikian, nilai batu tetap berkaitan dengan kualitas dan karakter yang dimilikinya. Bagi Abah Yana, dunia batu tidak hanya berkaitan dengan nilai jual, tetapi juga menjadi bagian dari hobi dan tradisi keluarga yang telah dijalankan selama tiga generasi.










