Jakarta, Siaranjabodetabek.com – Berawal dari lima orang sahabat, Yayasan Sahabat Kemuning Indonesia kini telah menjelma menjadi gerakan sosial yang menebarkan kepedulian selama dua dekade.
Memasuki usia ke-20, yayasan ini terus memperkuat komitmennya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Mengusung semangat Dua Dekade Menebarkan Kepedulian, Merajut Persaudaraan, dan Berbagi Kasih Tanpa Batas, Kemuning merayakan hari jadinya di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Perayaan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang sekaligus mempererat persaudaraan seluruh keluarga besar Kemuning.
Ketua Panitia sekaligus salah satu penggagas yayasan, Suryadi Jaya, mengatakan Kemuning lahir dari persahabatan lima orang yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Perjalanan Kemuning dimulai dari lima orang sahabat yang memiliki semangat sederhana, yaitu ingin berbagi dan membantu sesama,” ujar Suryadi.
Kelima sosok tersebut adalah Suryadi Jaya, Rolando, Dewanto, Lusi, dan Santi.
Dari kebersamaan itu, kegiatan berbagi berkembang menjadi organisasi sosial berbadan hukum bernama Yayasan Sahabat Kemuning Indonesia.
Suryadi menegaskan, perjalanan 20 tahun tersebut tidak mungkin terwujud tanpa dukungan banyak pihak.
Mulai dari pengurus, relawan, donatur hingga sahabat Kemuning yang konsisten menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, dan materi.
“Berbagi tidak harus menunggu kaya, dan menolong tidak harus menunggu mampu. Selama kita masih memiliki hati untuk peduli, selalu ada sesuatu yang bisa kita berikan kepada sesama,” tegasnya.
Persahabatan yang Terus Menghidupkan Kepedulian
Selama dua dekade, masing-masing penggagas memiliki kontribusi dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sosial Kemuning.
Rolando menilai, kekuatan yayasan bukan sekadar terletak pada program kemanusiaan, tetapi juga persahabatan dan kepercayaan.
Ia berharap kebersamaan yang telah terbangun selama 20 tahun dapat terus dipertahankan.
Sementara itu, Dewanto mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Baginya, kegiatan sosial tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat.
Lusi juga menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan berbagi, khususnya penyediaan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu pengalaman berkesannya adalah memasak untuk 425 anak yatim lintas agama dalam kegiatan sosial.
Menurutnya, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan uang.
Perhatian, makanan, dan kebahagiaan sederhana juga menjadi bentuk kasih kepada sesama.
Hal senada disampaikan Santi yang aktif menyiapkan bingkisan, goodie bag, serta membagikan nasi kotak setiap Senin dan Kamis.
Ia meyakini kebaikan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Menjangkau Masyarakat Tanpa Memandang Perbedaan
Selama 20 tahun, Yayasan Sahabat Kemuning Indonesia telah menjalankan berbagai kegiatan sosial di Jakarta hingga sejumlah daerah di Indonesia.
Sasarannya meliputi panti asuhan, panti jompo, anak-anak berkebutuhan khusus, serta masyarakat kurang mampu.
Kemuning juga hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
Salah satunya melalui penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Bahkan, yayasan berupaya menjangkau wilayah pelosok yang sulit diakses dan belum tersentuh bantuan dari berbagai pihak.
Suryadi menyebut, jarak bukan alasan untuk membatasi kepedulian terhadap sesama.
“Kami menyadari bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Bagi Kemuning, membantu bukan semata-mata tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana kita bisa hadir ketika orang lain sedang membutuhkan,” ungkapnya.
Keistimewaan Kemuning juga terletak pada semangat persaudaraan lintas agama, etnis, dan golongan.
Pengurus, relawan, donatur, serta sahabat yayasan berasal dari berbagai latar belakang.
Namun, perbedaan tersebut tidak pernah menjadi penghalang untuk melakukan kegiatan kemanusiaan.
Sebab, bagi Kemuning, nilai kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala perbedaan.
“Kemanusiaan tidak mengenal perbedaan. Ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan, yang harus kita lihat adalah sesama manusia yang perlu dibantu, bukan latar belakangnya,” jelas Suryadi.
Nama Kemuning sendiri memiliki filosofi tanaman yang dikenal memiliki beragam manfaat.
Filosofi tersebut menjadi harapan agar yayasan terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dua Dekade, Persaudaraan yang Terus Bertumbuh
Perayaan 20 tahun Kemuning turut dihadiri para donatur, relawan, keluarga besar Alumni Guru Strada Pejompongan dan Strada Pasar Minggu.
Hadir pula anak-anak serta perwakilan komunitas sosial, di antaranya Pondok Domba, Respect Peduli, Rumah Singgah Sani, dan Komunitas Tunanetra Cahaya.
Yayasan juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan kegiatan sosialnya.
Di antaranya Donatur Alsistra Pejompongan, Donatur Peniti, Donatur Five Hearts Community Service, serta Donatur FB Bros yang diwakili Chairman Nurdin.
Ada cerita menarik di balik pemilihan Hotel Mercure Batavia sebagai lokasi perayaan.
Tempat tersebut menyimpan kenangan tersendiri bagi Suryadi dan Nurdin.
Pada 2006, keduanya pertama kali menggelar kegiatan bakti sosial bersama di hotel tersebut.
Dua puluh tahun kemudian, tempat yang sama kembali menjadi saksi perjalanan persahabatan yang berkembang menjadi pengabdian kemanusiaan.
Memasuki usia dua dekade, Kemuning bertekad memperluas jangkauan kegiatan sosial dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas.
Yayasan juga ingin melibatkan lebih banyak generasi muda agar semangat berbagi terus diwariskan.
Suryadi menegaskan, perjalanan Kemuning tidak berhenti pada perayaan ulang tahun ke-20.
“Kemuning mungkin dimulai dari lima orang sahabat, tetapi setelah 20 tahun, Kemuning telah menjadi rumah bagi banyak orang yang memiliki satu hati dan satu tujuan: berbagi kasih tanpa membedakan agama, etnis, maupun golongan,” tutupnya.
Dua dekade menjadi bukti bahwa persahabatan yang dirawat dengan ketulusan mampu melahirkan pengabdian yang bermanfaat bagi banyak orang.
Yayasan Sahabat Kemuning Indonesia pun berkomitmen terus menebarkan kepedulian, merajut persaudaraan, dan berbagi kasih tanpa batas.










