DEPOK, SIARANJABODETABEK – Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, menegaskan bahwa Posyandu kini tidak lagi sebatas layanan kesehatan ibu dan anak. Melalui penerapan enam standar pelayanan minimal (SPM), Posyandu diharapkan menjadi pusat pelayanan terpadu bagi masyarakat menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam rapat koordinasi tim pembina Posyandu tingkat Kota Depok di Auditorium Hotel Sartika, Kamis, 9 Oktober 2025, Cing Ikah mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menunjuk Posyandu di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, sebagai percontohan penerapan enam SPM tersebut.
“Para OPD sudah me-launching satu Posyandu percontohan untuk Kota Depok, yaitu di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari,” kata Cing Ikah.
Menurutnya, enam SPM tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum termasuk perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas).
“Posyandu kini hadir dalam wajah baru dengan layanan enam bidang standar pelayanan minimal. Artinya, Posyandu bukan hanya lagi urusan kesehatan saja,” ujarnya.
Cing Ikah menjelaskan, enam bidang ini dirancang untuk memperkuat keadilan dan pemerataan layanan dasar bagi warga Depok. Ia menilai, seluruh bidang itu saling terkait dan tidak bisa dipisahkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Keenam bidang ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa kita pisahkan, karena esensi Posyandu adalah pelayanan terpadu untuk kesejahteraan rakyat,” ucapnya.
Melalui rakor tersebut, Cing Ikah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan langkah dalam menguatkan peran Posyandu, baik sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat maupun sebagai bagian dari sistem pelayanan publik di tingkat akar rumput.
“Kami berharap rapat kerja hari ini dapat menyatukan tekad untuk bersama-sama mewujudkan Depok Maju, Jawa Barat Istimewa, dan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Figo)









