Imam Turidi: Depok Masih Macet, Penghargaan WTN Sangat Janggal

- Penulis Berita

Senin, 16 September 2024 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabek.com – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Imam Turidi menyinggung penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) yang diberikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pusat kepada Pemkot Depok.

Imam Turidi menyampaikan, bahwa penghargaan tersebut berbanding terbaik dengan kondisi fakta di lapangan khususnya pada beberapa ruas jalan di Kota Depok yang saat ini masih mengalami kemacetan.

“Pemkot Depok serta kepala dinas terkait kerjanya jangan menyuguhkan dan bangga dengan penghargaan. Penghargaan yang dibutuhkan masyarakat adalah kenyamanan yang dirasakan dalam mobilitas transportasi memadai, tersambungnya koneksitas intra sentra wilayah yang lancar dan terjangkau,” tutur Imam Turidi.

Imam Turidi menyebutkan, Balaikota Depok sebagai sentra koneksitas yang menghubungkan dengan sub sentra kecamatan.

“Yang jadi pertanyaan saat ini sudah adakah sub terminal, trayek pelayanan, kendaraan pengumpan yang memenuhi syarat, sign road ke masing-masing sub koneksitas, pedestrian warga memenuhi syarat dan raficlight. Jika pertanyaan ini sudah terpenuhi maka sudah sepantasnya Depok mendapat penghargaan tersebut. Tapi jika belum, maka tentu sangat janggal sekali,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, mengelola kota bukan sekadar mengejar setumpuk berkas ijazah penghargaan sebagai hiasan dinding.

“Itu sangat kuno alias ketinggalan jaman. Kami merasa sedih melihat leading sektor di luar komisi A yang mengedepankan penghargaan tanpa melihat kenyamanan yang bisa dirasakan masyarakat,” tukasnya.

 

 

 

Berita Terkait

RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital
PT Mustika Ratu Tbk bawa Kepedulian dan Dukungan Pendidikan Untuk Anak-ana Manggarai NTT
Warisan Jamu Nusantara Dibawa ke Pasar Modern, Mustika Ratu Andalkan Inovasi
Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Rasakan Banyak Manfaat, Warga Sukatani Tapos Ingin Wisata Keberagaman terus Berlanjut
Ogah Ribet, RW Baktijaya Minta Dana Rp300 Juta Masuk Skema Hibah

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:27 WIB

RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB

DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:37 WIB

SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gelar Workshop Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor.

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:40 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Warisan Jamu Nusantara Dibawa ke Pasar Modern, Mustika Ratu Andalkan Inovasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Berita Terbaru