Kota Depok Fokus Capai Zero New Stunting, Bappeda Tekankan Pentingnya Kejujuran Data dan Pendekatan Demografi

- Penulis Berita

Senin, 11 Agustus 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com – Pemerintah Kota Depok melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menegaskan komitmennya dalam upaya penanganan stunting secara menyeluruh dan terintegrasi. Dalam sambutannya pada kegiatan Rembuk Stunting Kota Depok Tahun 2025, Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana, menyoroti berbagai tantangan serta strategi yang perlu diambil untuk mencapai target zero new stunting di wilayahnya.

“Saat ini, tantangan stunting di Depok bukan semata karena kemiskinan. Bahkan, data menunjukkan bahwa 85% kasus stunting tidak berasal dari keluarga miskin. Ini mengindikasikan perlunya pendekatan perubahan perilaku sebagai bagian dari intervensi utama,” ujar Dadang.

Tantangan Migrasi dan Perubahan Demografi
Depok, sebagai kota urban dengan mobilitas penduduk yang tinggi, menghadapi fenomena migrasi yang berdampak pada ‘impor’ kasus stunting, di mana anak-anak penderita stunting berasal dari luar daerah. Selain itu, perubahan struktur demografi, khususnya meningkatnya jumlah lansia, menjadi tantangan tersendiri dalam perencanaan pembangunan.

“Pendekatan pembangunan harus disesuaikan dengan tipologi demografi, mulai dari generasi milenial hingga generasi Z. Misalnya, keterlibatan remaja dalam kampanye tablet tambah darah bagi remaja putri bisa menjadi bagian dari solusi preventif,” jelasnya.

*Kejujuran dan Akurasi Data Jadi Kunci*
Dalam sambutannya, Dadang Wihana juga menekankan pentingnya kejujuran dalam pelaporan data stunting, meskipun angka yang tercatat tinggi. “Kejujuran data menjadi dasar utama agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai kita bekerja berdasarkan data yang tidak mencerminkan realitas,” katanya.

Ia juga mengkritisi perbedaan antara data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) dan EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting di Depok berada di angka 12,5%, sementara data EPPGBM menunjukkan angka yang lebih rendah. Namun, ia mencurigai bahwa data EPPGBM belum mencakup seluruh bayi yang seharusnya terdeteksi.

Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya penggunaan data by name by address, yang mencantumkan identitas dan alamat jelas dari setiap kasus, untuk memastikan intervensi dapat dilakukan secara terarah dan terukur.

*Dibandingkan Daerah Lain*
Menariknya, Dadang juga membandingkan angka stunting Depok dengan daerah lain seperti Cianjur dan Indramayu, yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) lebih rendah, tetapi angka stunting mereka justru lebih kecil. Hal ini memunculkan pertanyaan kritis mengenai akurasi data dan efektivitas intervensi yang dilakukan di masing-masing daerah.

*Penutup*
Melalui sambutannya, Kepala Bappeda Kota Depok menegaskan bahwa penanganan stunting adalah pekerjaan lintas sektor yang tidak bisa hanya mengandalkan program-program sektoral semata. “Kunci keberhasilan ada pada sinergi lintas sektor, kejujuran data, pendekatan berbasis demografi, dan perubahan perilaku masyarakat. Mari kita wujudkan generasi Depok yang sehat dan bebas stunting,” tutupnya.

Berita Terkait

RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital
Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif
DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia
PT Mustika Ratu Tbk bawa Kepedulian dan Dukungan Pendidikan Untuk Anak-ana Manggarai NTT
Warisan Jamu Nusantara Dibawa ke Pasar Modern, Mustika Ratu Andalkan Inovasi
Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Kereta Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober 2026
Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:27 WIB

RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB

DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:37 WIB

SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gelar Workshop Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor.

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:40 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Warisan Jamu Nusantara Dibawa ke Pasar Modern, Mustika Ratu Andalkan Inovasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pabrik RDF di TPA Cipayung Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Berita Terbaru