MEMELIHARA BUMI DI BULAN SUCI

- Penulis Berita

Jumat, 23 April 2021 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : H. Khairulloh Ahyari, S.Si

Anggota DPRD Depok dari Fraksi PKS

Secara teologis, ajaran Islam memberikan amanah kepada manusia sebagai khalifah Allah untuk memelihara, mempertahankan dan membangun secara berkelanjutan kehidupan di atas muka bumi. Amanah tersebut, melalui syariah  kemudian diimplementasikan dalam kewajiban memelihara lima perkara (al dharuriyat al khams) yang meliputi kewajiban memelihara agama (hifzh al din), kewajiban memelihara jiwa (hifzh al nafs), kewajiban memelihara harta (hifzh al mal), kewajiban memelihara generasi (hifzh al nasl), dan kewajiban memelihara akal (hifzh al aql).

Termasuk dalam kewajiban memelihara jiwa (hifzh al nafs) adalah memelihara kelestarian lingkungan (hifzh al bai’ah), karena  alam yang lestari adalah kebutuhan utama bagi kelangsungan hidup manusia. Lingkungan hidup yang indah, sehat dan bebas polusi, membawa manusia pada kehidupan yang sejahtera, tentram dan penuh harmoni. Sebaliknya, lingkungan hidup yang tercemar, gersang, dan panas akan menyebabkan kesulitan hidup bagi manusia. Ancaman tanah longsor, banjir bandang dan pemanasan global adalah akibat dari kerusakan alam yang semakin tak terkendali.

Menurut Dr. Fathullah al Ziyadi dalam bukunya yang berjudul ‘al Islam wa al Bai’ah’, di dalam al Quran terdapat sekitar 199 ayat yang membicarakan tentang lingkungan hidup beserta ekosistemnya.

Beliau juga mengingatkan tentang banyaknya hadits Nabi yang mengajarkan manusia untuk berakhlak mulia kepada lingkungan sekitar, baik kepada binatang maupun kepada tumbuh-tumbuhan.
Dalam salah satu ayat, bahkan digambarkan betapa kejinya perilaku orang yang melakukan kerusakan di muka bumi,serta betapa terpujinya orang yang memeliharanya. ” Barang siapa yang membunuh seorang manusia dan membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya.”  (QS al Maidah : 32).

Pemanasan global dan rusaknya lingkungan hidup yang menjadi tema utama  pembicaraan masyarakat dunia saat ini, adalah akibat dari gagalnya peran manusia sebagai khalifah  Allah di muka bumi. Ancaman longsor, banjir bandang, dan kekeringan terjadi di mana-mana.
”Tidak ada seorang muslim yang menanam pepohonan, baik yang besar maupun yang kecil, sehingga makanan itu menjadi sumber makanan bagi burung, manusia, dan binatang ternak, kecuali baginya adalah sedekah.” (HR Muslim, Bukhari dan At Tirmidzi).

Hadits di atas mengabarkan kepada kita betapa mulianya orang yang menanam pohon. Bahkan digambarkan laksana orang yang bersedekah. Karena dengan menanam pohon sesungguhnya dia telah memberikan banyak manfaat bagi manusia, bagi hewan dan bagi kelangsungan ekosistem di bumi.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT  untuk menjadi khalifah di muka bumi. Manusialah yang diberikan kemampuan untuk berfikir, merencnakan masa depan, serta membedakan mana langkah-langkah positif yang dapat dan harus dilakukan untuk melestarikan alam dengan segala isi yang ada di dalamnya.
Manusia dengan akal budinya dapat melakukan penghijauan hutan dan lingkungan permukiman. Melakukan penanaman terumbu karang  dan hutan bakau untuk menjaga keseimbangan ekosistem di laut. Pengelolaan sampah dan limbah yang ramah lingkungan, pemakaian kantong belanja bukan plastik. Tidak memakai pukat dan bom dalam mencari ikan bagi para nelayan, sampai mngurangi pemakaian kertas dan tissue yang berasal dari pohon.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ( ke jalan yang benar)” Demikian firman Allah SWT dalam al Quran Surat ar-Rum ayat ke 41.

Di bulan suci, saat kita berpuasa, konsumsi rumah tangga cenderung bertambah dan lebih banyak variasi. Hal tersebut berdasarkan informasi  yang diterima bahwa sampah rumah tangga meningkat antara 10-15 persen. Ini tentu perlu menjadi perhatian serius kita semua, supaya dalam bulan suci ini bisa dapat lebih menahan diri dan menyiapkan konsumsi yag cenderung berlebihan dan mubazir, yang salah satu dampaknya adalah menumpuknya sampah. Begitupun dalam pemakaian listrik, penggunaan air, pemakaian tisu dan kantong plastik. Kita meyakini, bahwa puasa sebagai ikhtiar mencapai derajat taqwa, salah satu cirinya adalah manusia-manusia yang secara sadar dan aktif terlibat dalam usaha memelihara bumi.

Maka memelihara lingkungan hidup, dalam hal ini memelihara bumi adalah perintah yang sangat penting, sebagai upaya yang dilakukan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Dan itu harus kita mulai dari lingkungan diri kita, memulainya dari hal-hal yang kecil dan dimulai dari saat ini juga.

Wallahu a’lam bisshowab

(Tulisan adalah pandangan pribadi)

Berita Terkait

Jalan Enggram-Pemuda Sawangan Mulai Dilebarkan, Supian Suri Targetkan Rampung Awal 2027
Hot News!! Hari Ini Wali Kota Depok Akan Lakukan Mutasi dan Pelantikan 3 Kepala Dinas
Tak Ada Lagi Alasan Tak Bisa Mengaji, Yayasan IGMN Hadirkan Belajar Al-Qur’an Gratis di 10 Wilayah Depok
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Revitalisasi Situ Kabantenan Agar Kendalikan Limpasan Air ke Permukiman
Taman Secawan Depok Jadi Salah Satu Sasaran Aksi Vandalisme
Supian Suri Soroti Pentingnya Jaga Kedaulatan Digital di Harkitnas 2026
GASS D1 Gelar Family Gathering Tuk Perkuat Solidaritas dan Ukhuwah Islamiyyah
Kajian Sabtu Pagi (KSP) Pesantren Leadership Primago Tentang Kekuatan Niat: Mengubah Rutinitas Pondok Menjadi Ibadah Menuju Pribadi Yang Produktif Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

BRI KC Cibubur Hadir untuk Korban Bencana, 1000 Paket Sembako Disalurkan di Bogor

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:49 WIB

SMP Pasar Minggu Jakarta Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:42 WIB

Family Gathering Ar-Rahman Islamic School Ke Ciwidey Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:27 WIB

SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:31 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 3 Jakarta Selatan Gelar Outing Activities Kelas IX Ke Yogyakarta Tahun 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:06 WIB

Dirgantara Digital Studio (DDS) Depok Dokumentasi Wisuda PELEPASAN SISWA TK B ALFABETA – BUKIT DAGO

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:49 WIB

Primago Consulting Hadirkan Workshop Spesial “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” Di FORBIS National Econimic Summit & Expo 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:04 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Berita Terbaru