SiaranJabodetabek – Asisten Administrasi dan Umum (Adum) Setda Kota Depok, Nina Suzana, menegaskan bahwa inovasi harus menjadi fondasi utama dalam penyusunan program Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok tahun 2027. Penegasan tersebut disampaikannya saat Forum Rencana Kerja (Renja) BKD yang digelar di Ruang Rapat BKD, Dibaleka I, Selasa (03/03/26).
Menurutnya, Forum Renja bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis untuk merumuskan program yang benar-benar berdampak bagi pembangunan daerah. Ia menekankan, perencanaan 2027 harus memuat terobosan yang mampu menjawab tantangan ekonomi global, nasional, hingga lokal, bukan hanya menjalankan rutinitas semata.
Sebagai tulang punggung pengelolaan keuangan daerah, BKD dituntut memiliki komitmen kuat, semangat kerja tinggi, serta kreativitas dalam menata dan mengelola anggaran. Optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga harus terus didorong, termasuk melalui pengelolaan aset daerah yang lebih produktif dan kolaboratif bersama pelaku UMKM.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sinkronisasi mulai dari tahap perencanaan, penataan usaha, hingga penganggaran. Transparansi dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi hal mutlak, terlebih pengelolaan tersebut berada dalam pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dengan perencanaan yang inovatif, transparan, dan terukur, diharapkan BKD mampu memperkuat ketahanan fiskal serta mendukung pembangunan Kota Depok yang lebih maju dan berkelanjutan.









