Cukai Kantong Plastik Disetujui, Ini Langkah Penanganan Sampah Selanjutnya

- Penulis Berita

Sabtu, 29 Februari 2020 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran Jabodetabek- Indonesia sedang menghadapi permasalahan serius terkait sampah yang terus bertambah setiap harinya. Masalah ini memerlukan perhatian yang lebih karena apabila tidak segera ditangani dapat memberikan dampak buruk bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menanggapi masalah ini, pemerintah selaku regulator dalam pengelolaan sampah mengusulkan kantong plastik atau kresek dikenakan biaya tarif cukai. Rencananya besaran cukai yang diusulkan adalah Rp 30.000 per kilogram, atau Rp 200 perlembarnya, sehingga untuk harga perlembar setelah dikenakan cukai sebesar Rp 450. Pengusulan kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik di Indonesia yang menjadi penyumbang sampah yang cukup besar. Saat ini, konsumsi kantong plastik mencapai 107 juta kg. Dengan adanya cukai ini, angkanya diprediksi turun separuh jadi 53 juta kg.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan cukai kantong plastik dapat menjadi salah satu alternatif penanganan masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik karena hal ini dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan kantong yang dapat digunakan berkali-kali. Jenis plastik yang akan dikenakan cukai adalah kantong plastik dengan ukuran 75 mikron atau yang biasa dikenal kantong kresek. Namun, tidak menutup kemungkinan di masa depan apabila objek cukai diperluas mencakup produk botol plastik dan kemasan makanan.

Adanya usulan peraturan cukai plastik ini selain dapat meningkatkan pendapatan negara dari penerimaan cukai, langkah ini juga dapat mengurangi pemakaian sampah plastik sehari-hari. Meski demikian, upaya untuk menangani permasalahan sampah seharusnya tidak hanya sampai di sini saja. Di sisi lain, waste management atau manajemen sampah juga perlu diterapkan untuk meminimalisir menumpuknya sampah. Langkah awal manajemen sampah dapat dilakukan dengan memilah sampah di tingkat rumah tangga yang kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan sampah sesuai kategori. Saat ini, kesadaran masyarakat masih sangat minim terkait pemisahan sampah ini, khususnya di tingkat rumah tangga. Hal ini karena belum adanya regulasi yang mewajibkan pemisahan sampah antara sampah organik dan non-organik yang dapat mempermudah proses pendaurulangan sampah. Minimnya tempat pengolahan sampah terpadu di setiap daerah juga memicu terhambatnya proses pengolahan sampah.

Tidak hanya di hunian pribadi, langkah awal pengelolaan sampah ini dapat juga diterapkan di lingkungan kerja. Seperti yang dilakukan oleh Suryasukses Group yaitu PT Suryasukses Abadi Prima dan PT Suryasukses Adi Perkasa (https://www.suryasukses.com/), yang mewajibkan seluruh karyawan untuk memisahkan sampah plastik dan sampah non-plastik saat membuang sampah. Perusahaan ini telah menyediakan 3 jenis tempat sampah yaitu tempat sampah plastik PP, PET, dan sampah non-plastik. Pemisahan sampah ini dilakukan untuk mempermudah proses daur ulang plastik yang akan dilakukan oleh perusahaan. Masing-masing jenis sampah plastik yang terkumpul setiap bulannya akan dihimpun kemudian dibawa ke pabrik untuk selanjutnya diproses daur ulang. Upaya pengelolaan sampah ini diimplementasikan mulai tahun 2020 secara konsisten, bahkan saat ada acara dan kegiatan perusahaan.

Dapat disimpulkan bahwa penanganan masalah sampah dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah sampah (minimizing waste), meningkatkan penggunaan kembali sampah dan mendaur ulang sampah, memperhatikan rantai penanganan sampah (dimulai dari memisahkan kategori sampah), dan memperluas jangkauan pelayanan sampah (termasuk memperbanyak tempat pengolahan sampah terpadu). Untuk mensukseskan program pengelolaan sampah, seluruh pihak yang terlibat termasuk pemerintah, pemilik bisnis, serta masyarakat harus bisa bersinergi antara satu dengan yang lain.

 

Berita Terkait

Jalan Enggram-Pemuda Sawangan Mulai Dilebarkan, Supian Suri Targetkan Rampung Awal 2027
Hot News!! Hari Ini Wali Kota Depok Akan Lakukan Mutasi dan Pelantikan 3 Kepala Dinas
Tak Ada Lagi Alasan Tak Bisa Mengaji, Yayasan IGMN Hadirkan Belajar Al-Qur’an Gratis di 10 Wilayah Depok
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Revitalisasi Situ Kabantenan Agar Kendalikan Limpasan Air ke Permukiman
Supian Suri Soroti Pentingnya Jaga Kedaulatan Digital di Harkitnas 2026
GASS D1 Gelar Family Gathering Tuk Perkuat Solidaritas dan Ukhuwah Islamiyyah
Kajian Sabtu Pagi (KSP) Pesantren Leadership Primago Tentang Kekuatan Niat: Mengubah Rutinitas Pondok Menjadi Ibadah Menuju Pribadi Yang Produktif Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Peluang Berharga Bagi Anak Yatim, Yatim Puatu, Full Beasiswa SD, SMP, SMA di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

BRI KC Cibubur Hadir untuk Korban Bencana, 1000 Paket Sembako Disalurkan di Bogor

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:49 WIB

SMP Pasar Minggu Jakarta Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:42 WIB

Family Gathering Ar-Rahman Islamic School Ke Ciwidey Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:27 WIB

SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:31 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 3 Jakarta Selatan Gelar Outing Activities Kelas IX Ke Yogyakarta Tahun 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:06 WIB

Dirgantara Digital Studio (DDS) Depok Dokumentasi Wisuda PELEPASAN SISWA TK B ALFABETA – BUKIT DAGO

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:49 WIB

Primago Consulting Hadirkan Workshop Spesial “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” Di FORBIS National Econimic Summit & Expo 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:04 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Berita Terbaru