Siaranjabodetabek.com – Persoalan keterbatasan air bersih mendorong pelajar SMAN 21 Jakarta menghadirkan inovasi berbasis teknologi. Tim Gen V dari sekolah tersebut mengembangkan O2H (Atmospheric Water Harvesting System), sebuah alat yang memanfaatkan kelembapan udara sebagai sumber air.
Dilansir dari akun Instagram DAAI TV Indonesia, inovasi tersebut lahir dari kepedulian para pelajar terhadap kondisi masyarakat di sejumlah wilayah yang masih menghadapi persoalan akses air bersih.
O2H dirancang untuk menangkap kandungan air yang terdapat di udara. Kelembapan yang berhasil dikumpulkan kemudian melewati proses pengolahan dan filtrasi sebelum menghasilkan air yang dapat dimanfaatkan.
Teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan pengetahuan yang dipelajari para siswa untuk menjawab persoalan di kehidupan nyata. Mereka tidak hanya mengembangkan alat sebagai proyek sekolah, tetapi juga berupaya mengarahkannya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk memastikan kualitas air yang dihasilkan, O2H juga melalui pengujian laboratorium. Berdasarkan informasi yang disampaikan DAAI TV Indonesia, hasil pengujian menunjukkan air yang dihasilkan tidak mengandung mikroorganisme berbahaya.
Inovasi Tim Gen V tersebut menjadi gambaran bagaimana pelajar dapat mengembangkan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui O2H, para siswa SMAN 21 Jakarta menunjukkan bahwa inovasi sederhana yang dikembangkan dari lingkungan pendidikan dapat diarahkan untuk menjawab persoalan sosial sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.










