Siaranjabodetabek.com – Program “Makan Bergizi Gratis” (MBG) yang digagas oleh Pemerintah Pusat menuai sukses besar terlihat di beberapa daerah terserapnya tenaga kerja, contohnya di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Depok sebanyak 47 warga Kedaung yang sebelumnya menganggur kini berhasil mendapatkan pekerjaan, sambil turut merasakan manfaat langsung dari program makan bergizi yang dilaksanakan di kelurahan tersebut.
Melalui inisiatif ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) setempat berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup serta mendukung ketahanan pangan.
Program ini tidak hanya membantu dalam penyediaan makan bergizi secara gratis, tetapi juga membuka peluang kerja bagi mereka yang membutuhkan, menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Koordinator Wilayah Kota Depok, Rakha Pratama menyampaikan, apresiasinya kepada SPPG Kedaung 2 beserta SPPG di seluruh Kota Depok yang telah menyerap tenaga kerja lokal.
“Kami mengapresiasi SPPG Kedaung 2 khususnya dan rekan- rekan yang telah menyerap tenaga kerja lokal serta dapat mengkaryakan masyarakat lokal. Ruang – ruang kolaborasi dan sirkulasi ekonomi masyarakat harus dirasakan oleh masyarakat,” tutur Rakha.
Rakha menyebutkan, pada pelaksanaan program ini, 47 orang yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap, kini berperan sebagai relawan dalam persiapan, pengolahan, pemorsian dan distribusi paket makanan bergizi hingga pembersihan tray atau ompreng.
“Mereka dilibatkan dalam setiap tahap, di distribusikan kepada peserta didik maupun non peserta didik. Dengan pengawasan ketat dari tenaga ahli, kualitas gizi dalam makanan yang disiapkan dipastikan memenuhi standar kesehatan,” jelas Rakha.
Sementara itu, Menurut Relawan sekaligus Masyarakat Kedaung, Bambang Arya mengatakan hal ini adalah langkah konkret yang diambil oleh pemerintah untuk memberdayakan masyarakat kedaung, baik dalam aspek ekonomi maupun kesehatan.
“Tidak hanya mereka yang menerima manfaat makan bergizi, tetapi juga warga yang dikaryakan di program ini, yang kini dapat memperoleh penghasilan dan merasa dikaryakan,” katanya.
Bambang Arya menambahkan, sejak peluncuran program, banyak warga yang memberikan apresiasi positif.
“Dulu kami kesulitan mencari pekerjaan, dan sering kali terpaksa hanya bergantung pada bantuan sosial. Sekarang, kami bisa bekerja dan merasa lebih dihargai, selain itu makanan yang anak kami dapat juga sangat bergizi dan membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Selain itu, program ini juga mendapat sambutan baik dari kalangan masyarakat terutama orang tua siswa , ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang merasakan langsung manfaatnya. Banyak warga mengaku program ini membantu mereka yang sebelumnya kekurangan gizi atau kesulitan memenuhi kebutuhan makanan sehat untuk keluarga mereka.
“Melalui program MBG, tidak hanya masyarakat yang diuntungkan, tetapi juga ekonomi lokal yang turut berkembang. Pelibatan warga dalam berbagai aspek program,” lanjut Bambang Arya.
Masyarakat berharap agar program serupa dapat dilaksanakan di lebih banyak kecamatan di Kota Depok bahkan wilayah di Indonesia, guna mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Program ini akan terus berlanjut, dengan evaluasi rutin untuk memastikan efektivitas serta pencapaian tujuan sosial dan kebermanfaatan yang diinginkan.
Program MBG menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor lokal dapat menciptakan perubahan yang nyata bagi kesejahteraan bersama.








