Solusi Keluar dari Jebakan Negara Berkembang, Terkuak di Buku Transformasi Birokrasi Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

- Penulis Berita

Jumat, 11 Juli 2025 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Transformasi Birokrasi Keluar dari Jebakan Middle Income Trap (Foto Istimewa)

Diskusi Transformasi Birokrasi Keluar dari Jebakan Middle Income Trap (Foto Istimewa)

Siaranjabodetabek.com – Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal kenaikan tarif menjadi 32 persen terhadap produk impor asal Indonesia berpotensi melemahkan Indonesia untuk menjadi negara maju. Pembangunan akan stagnan, tetapi itu tidak akan terjadi kalau birokrasi kita memiliki inovasi. Hal itu menjadi kesimpulan diskusi Transformasi Birokrasi Keluar dari Jebakan Middle Income Trap yang disampaikan Ramdansyah selaku penyusun buku dan moderator diskusi.

Buku Transformasi Birokrasi Keluar dari Jebakan Middle Income Trap ditulis oleh Hery Susanto bersama Ramdansyah diluncurkan di Ruang Candi Pawon Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat pada Kamis (10/7/2025). Acara peluncuran buku yang dilanjutkan dengan diskusi menghadirkan sejumlah narasumber selain penyusun Hery Susanto dan Ramdanyah antara lain Tirta Mursitama selaku Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi Hilirisasi/BKPM, Direktur Utama PT Aneka Tambang Achmad Ardianto, Tim Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Leo Herlambang, Presidium MN KAHMI Sutomo.

“Buku ini patut dibaca agar kita terhindar dari negara yang tidak maju atau stagnan untuk menjadi negara baca” sambut Tirta Nugraha Mursitama selaku Deputi di Kementerian Investasi. Ia menyampaikan hal ini dalam peluncuran buku berjudul Transformasi Birokrasi Keluar dari Jebakan Middle Income Trap yang disusun oleh Hery Susanto dan Ramdansyah. Keduanya memegang jabatan sebagai Ketua Bidang (Kabid) di Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI).

Hery Susanto yang menjabat sebagai Kabid Reformasi MN Kahmi juga Pimpinan Ombudsman RI. Sementara itu Ramdansyah menjabat sebagai Kabid Pemilu MN Kahmi juga sebagai pimpinan Rumah Demokrasi. Lembaga Rumah Demokrasi yang dipimpin Ramdansyah ini merupakan lembaga Kajian Pemilu dan Demokrasi sekaligus penerbit buku Transformasi Birokrasi Keluar dari Jebakan Middle Income Trap.

“Buku ini lahir dari seminar nasional yang digelar Majelis Nasional KAHMI. Banyak gagasan, data, dan analisis yang dihimpun, dan dituangkan secara komprehensif dalam buku ini, sebagai sumbangsih pemikiran untuk mendorong transformasi birokrasi agar Indonesia mampu keluar dari jebakan middle income trap,” ujar Hery dalam memantik sesinya.

Melanjutkan paparannya, Hery juga menjelaskan bahwa dalam buku Transformasi Birokrasi Keluar dari Jebakan Middle Income Trap, ia memperkenalkan konsep epta helix. Konsep ini merupakan pengembangan dari pendekatan penta helix yang selama ini dikenal dalam sistem pelayanan publik.
“Di dalam buku ini, metode epta helix yang merupakan pengembangan dari konsep penta helix. Kalau sebelumnya hanya lima unsur yang terlibat, kini saya menambahkan dua elemen penting, sehingga total menjadi tujuh. Tujuh unsur ini adalah pemerintah pusat dan daerah, DPR/DPRD, kelompok bisnis, akademisi, pers, dan masyarakat, dengan Ombudsman RI yang berada di tengah sebagai simpul pengawas pelayanan publik,” jelas Hery.

Berita Terkait

Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif
DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia
PT Mustika Ratu Tbk bawa Kepedulian dan Dukungan Pendidikan Untuk Anak-ana Manggarai NTT
Warisan Jamu Nusantara Dibawa ke Pasar Modern, Mustika Ratu Andalkan Inovasi
Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Kereta Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober 2026
PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini
Dana RW Rp300 Juta Bukan Sekadar Bangun Jalan! RW 10 Kelurahan RJB Pancoran Mas Kota Depok Depok Pilih Mobil Siaga, Ini Alasannya

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:22 WIB

SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:19 WIB

KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Praktisi Hukum Andi Tatang Supriyadi: “Polemik Pembelian Buku Istri Walikota Depok, Jangan Asal Menuduh Korupsi Tanpa Pembuktian Hukum”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Identitas Sekolah, SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gandeng Konsultan Branding Sekolah Alumni Gontor.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:27 WIB

RusunPreneur, Bantu Warga Naik Kelas Lewat Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB

DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia

Berita Terbaru