siaranjabodetabek.com – Jumlah anak yang terlalu banyak dan jarak yang terlampau dekat menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Banyak anak dengan jarak yang terlalu dekat membuat ibu tidak fokus memberikan gizi yang optimal bagi tumbuh kembang balitanya.
Oleh karena itu, masyarakat harus diberikan penyadaran agar mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran. Dengan demikian, resiko terjadinya stunting bisa lebih mudah dicegah.
Untuk mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran, program KB adalah solusinya. Metode KB yang paling efektif adalah kontrasepsi jangka panjang atau MKJP. Masa efektif Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bisa sampai 10 tahun bahkan seumur hidup.
Diantara KB MKJP adalah IUD, Implan, dan Metode Operasi Wanita/Pria (MOW/MOP) atau yang akrab disebut oleh masyarakat sebagai steril. Saat ini, kebutuhan masyarakat akan KB MKJP cukup tinggi.
Hal ini nampak dari pelayanan IUD dan Implan yang diselenggarakan oleh Balai Penyuluhan KB Kemang, Kamis (11/05/2023) yang merupakan rangkaian dari kegiatan GEMPUR MKJP BKKBN Jawa Barat. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Kemang itu, terlihat peserta KB cukup antusias mengikuti pelayanan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari GEMPUR MKJP yang diselenggarakan oleh BKKBN Jawa Barat. Pelayanan hari ini merupakan pelaksanaan hari kedua di Kecamatan Kemang,” ujar Khairunnas, Korlap KB Kecamatan Kemang.
Khairunnas berharap, kualitas pelayanan KB di Kecamatan Kemang terus ditingkatkan. Dia meminta seluruh petugas lini lapangan dan kader KB di Kecamatan Kemang untuk terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya mengikuti program KB.
“Mengikuti program KB merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya stunting. Kami mengajak masyarakat secara bersama-sama untuk mewujudkan Zero stunting dengan ikut ber-KB,” tukasnya./Naz.








