Lestarikan Alam dengan Kemasan Minuman Ramah Lingkungan dan Aman dari Suryasukses

- Penulis Berita

Selasa, 17 Maret 2020 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran Jabodetabek- Seiring dengan maraknya bisnis minuman di Indonesia, semakin meningkat pula penggunaan kemasan plastik. Tak hanya dari bisnis minuman, penggunaan plastikpun sangat beragam mulai dari kemasan makanan hingga produk kebutuhan sehari-hari lainnya. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 7,2 juta ton per tahun. Jumlah ini dapat meningkat setiap tahunnya dan menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan. Plastik konvensional memiliki sifat yang tidak mudah terurai di alam sehingga akan mencemari lingkungan. Butuh waktu hingga ratusan tahun untuk mengurai plastik, sehingga hal ini akan mengakibatkan penumpukan sampah.

Di tengah maraknya isu terkait sampah plastik, PT Suryasukses Abadi Prima (SAP) berusaha memberikan terobosan baru yang akan membantu pelestarian alam. Dengan pengalaman lebih dari 3 dekade di industri manufaktur plastik, SAP yang berdiri pada tahun 1989 menciptakan inovasi sebagai solusi dari permasalahan sampah plastik di Indonesia. SAP mulai memproduksi kemasan plastik berupa gelas plastik yang ramah lingkungan dengan teknologi oxo-biodegradable. Dengan demikian, produk kemasan plastik yang dihasilkan dapat terurai lebih cepat daripada proses penguraian plastik biasa. Untuk mengurai plastik ini dibutuhkan waktu 2-5 tahun, jauh lebih cepat daripada plastik biasa yang memerlukan ratusan tahun untuk dapat terurai.

Apa itu teknologi Oxo-Biodegradable Plastic?

Produk plastik oxo-biodegradable dibuat dengan menambahkan bahan additive oxo-biodegradable sehingga produk yang dihasilkan akan lebih mudah terurai menjadi karbondioksida, air, dan biomassa. Dengan teknologi ini, produk plastik yang dihasilkan dapat terurai dalam waktu 2-5 tahun setelah dibuang sehingga akan sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya untuk bumi. Waktu penguraian plastik tergantung dari penggunaan plastik dan cara pembuangannya. Plastik yang mengandung oxo-biodegradable additive akan terurai dengan bantuan oksigen, sinar UV, dan panas yang tersedia secara alami di alam bebas. Produk yang terpapar panas dan sinar UV lebih intens akan lebih cepat terurai di alam menjadi mikropartikel yang aman untuk dikonsumsi mikroba.

Dengan terobosan kemasan plastik oxo-biodegradable ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Seperti yang kita ketahui, sangat banyak bisnis kuliner yang menggunakan plastik untuk kemasan produk. Tak jarang, para pemilik bisnis makanan dan minuman menggunakan kemasan plastik secara berlebihan dengan alasan supaya lebih aman untuk pesanan takeaway. Apabila para pemilik bisnis kuliner semakin tergerak untuk menggunakan kemasan plastik ramah lingkungan, tentunya hal tersebut akan sangat membantu pelestarian lingkungan dan pengurangan sampah plastik.

Keunggulan produk SAP

SAP memberi penekanan kuat pada kualitas. Pelaksanaan manufaktur terbaik terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas yang lebih baik. SAP telah memiliki FSSC 22000 dan sertifikasi ISO 9001, mengikuti standarisasi tinggi dari keamanan pangan internasional. Dengan menggunakan material food grade, produk yang dihasilkan sangat aman untuk makanan dan minuman sehingga tidak akan mempengaruhi rasa. Selain itu, produk kemasan yang dihasilkan juga terbukti kuat, aman, serta memiliki bentuk yang presisi. SAP juga mempunyai tim desain yang merancang produk dengan menggabungkan kreatifitas dan fungsionalitas agar dapat selalu memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website resmi di https://www.suryasukses.com/

 

 

Berita Terkait

Jalan Enggram-Pemuda Sawangan Mulai Dilebarkan, Supian Suri Targetkan Rampung Awal 2027
Hot News!! Hari Ini Wali Kota Depok Akan Lakukan Mutasi dan Pelantikan 3 Kepala Dinas
Tak Ada Lagi Alasan Tak Bisa Mengaji, Yayasan IGMN Hadirkan Belajar Al-Qur’an Gratis di 10 Wilayah Depok
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Revitalisasi Situ Kabantenan Agar Kendalikan Limpasan Air ke Permukiman
Taman Secawan Depok Jadi Salah Satu Sasaran Aksi Vandalisme
Supian Suri Soroti Pentingnya Jaga Kedaulatan Digital di Harkitnas 2026
GASS D1 Gelar Family Gathering Tuk Perkuat Solidaritas dan Ukhuwah Islamiyyah
Kajian Sabtu Pagi (KSP) Pesantren Leadership Primago Tentang Kekuatan Niat: Mengubah Rutinitas Pondok Menjadi Ibadah Menuju Pribadi Yang Produktif Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

BRI KC Cibubur Hadir untuk Korban Bencana, 1000 Paket Sembako Disalurkan di Bogor

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:49 WIB

SMP Pasar Minggu Jakarta Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:42 WIB

Family Gathering Ar-Rahman Islamic School Ke Ciwidey Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:27 WIB

SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:31 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 3 Jakarta Selatan Gelar Outing Activities Kelas IX Ke Yogyakarta Tahun 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:06 WIB

Dirgantara Digital Studio (DDS) Depok Dokumentasi Wisuda PELEPASAN SISWA TK B ALFABETA – BUKIT DAGO

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:49 WIB

Primago Consulting Hadirkan Workshop Spesial “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” Di FORBIS National Econimic Summit & Expo 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:04 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Berita Terbaru