Hadir di Surabaya, TuneLab Records Gandeng Adiba Cahya Jadi Artis Pertama

- Penulis Berita

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabek.com – Industri musik saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kemajuan teknologi telekomunikasi digital memudahkan para musisi untuk berproduksi dan mendistribusikan karyanya. Situasi ini memicu lahirnya potensi-potensi baru di dunia musik dalam kompetisi yang makin ketat untuk dapat diterima masyarakat.

Akan tetapi Indonesia sangat luas sehingga masih membutuhkan banyak penyanyi maupun grup band. Napakboemi yang bergerak di bidang label musik, manajemen artis, distribusi musik, konsultan musik, dan event organizer yang berada di Jakarta merasa perlu membangun asosiasi dengan para pegiat musik di berbagai kota di Indonesia, salah satunya dengan TuneLab Records yang menggandeng Adiba Cahya sebagai artis pertamanya. TuneLab Records resmi beroperasional pada Sabtu, 30 Oktober 2021 di Jalan Ketintang Timur, Surabaya, Jawa Timur.

Adiba Cahya saat diwawancarai pada Sabtu (30/10/2021) mengatakan, sebagai seorang musisi sekaligus entertainer, ia memiliki kewajiban untuk memiliki image yang baik serta mampu berpikir dan bertindak dengan positif agar menghasilkan karya yang positif juga. Sebagai ikon dan front face dari TuneLab Records ia menanggapinya sebagai salah satu tantangan yang harus dihadapi.

“It’s an honor, but at the same time a massive responsibility. Tapi aku tetap yakin bahwa tantangan-tantangan tersebut pasti bisa dilalui dengan pola pikir yang positif. Dimulai dari ngga takut buat melangkah, dan bisa belajar dari tantangan-tantangan tersebut. Yang pertama pastinya dimulai dari konsisten dengan tujuan, dan terus meningkatkan kualitas dalam bermusik, serta tidak mudah menyerah, karena pasti tantangannya ngga mudah,” kata Adiba Cahya.

Seperti dikatakan Adiba Cahya, sebagai seorang musisi ia berpendapat bahwa pesaing yang paling sulit dikalahkan dalam kompetisi yang paling ketat itu adalah dengan diri sendiri, bersaing dengan ego, dan bersaing dengan kemampuan diri sendiri. Kitalah yang akan menentukan apakah akan ditingkatkan atau bermain di zona nyaman saja.

“Oleh karena itu, memenangkan kompetisi dengan diri sendiri merupakan langkah pertama sebelum melangkah ke ramainya industri musik Tanah Air kita. Jadi diri sendiri, itu yang akan aku lakukan dan terus akan aku lakukan. Di tengah keramaian itu, aku merasa bahwa menjadi diri sendiri dan berkarya dengan sepenuh hati adalah hal yang bijak untuk dilakukan agar dapat terlihat. I strongly believe that all of us deserve our own spotlight, with our own uniqueness,” kata Adiba Cahya.

Adiba Cahya mengatakan benar-benar optimis berada di bawah naungan TuneLab Records, karena ia bisa berkarya dengan bebas dan sepenuh hati, dan diberi wadah untuk berkolaborasi dan bekerjasama dengan orang-orang hebat dan luar biasa di bidang musik.

Pada kesempatan yang sama, Rully Aryanto, Owner and Founder Napakboemi mengatakan, ia dan Komsatul Muzayana dari TuneLab Records sepakat untuk jadi wadah bagi musisi di Jawa Timur agar bisa berkarya dan mendistribusikannya, sekaligus melihat potensi baru yang luar biasa yang ada di Jawa Timur.

Rully Aryanto menegaskan, Napakboemi lebih memfokuskan diri pada proteksi karya, edukasi memasuki industri musik, dan membuka mata bahwa berkarya bisa dari mana saja. Ia buktikan dengan Adiba Cahya, anak muda berpotensi asal Surabaya yang sebelumnya bisa bekerjasama dengan musisi besar Chossypratama tanpa harus ke Jakarta.

“Berasosiasinya Napakboemi dengan para pegiat musik di berbagai kota di Indonesia sebenarnya lebih untuk ke jaringan dan kualitas produksi yang bisa dipertanggungjawabkan. Untuk lebih mengetahui aktivitas kami di dunia musik bisa dengan mengikuti media sosial kami, https://linktr.ee/Napakboemi,” kata Rully Aryanto.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Islam, hingga Ihsan
DKM Baitul Kamal Buka Ruang Kreativitas Pemuda Depok Lewat Remaja Masjid
Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas
Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk : Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi Menuju Pasar Global
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:56 WIB

PMI Jakarta Utara Bagikan Masker kepada Pengendara, Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:44 WIB

PRIMAGEN: Solusi Komprehensif untuk Pengembangan Mahasiswa Berkelanjutan!

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pimpin Sekolah Berkualitas: Mulai dari Memahami Potensi Genetik Setiap Siswa Bersama PRIMAGEN

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesona Square Mall Depok Tahun 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinas Pendidikan Kota Depok Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi SPNF Se-Kota Depok di PKBM Primago Indonesia

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:56 WIB

PELUANG EMAS! Wakaf 100 Buku + Gratis Pelatihan Bisnis untuk Siswa & Santri Untuk Pesantren di Kota Depok 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

PMI Jakarta Utara Resmikan Lima Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Momentum Perjalanan 10 Tahun Primago, Lahir Wadah Ikatan Keluarga Alumni Primago (IKAGO) Tahun 2026

Berita Terbaru